NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Acara kopi darat (kopdar) sepeda motor City Bike (CB) membawa masalah. Sampah berserakan di sekitar area kopdar, yaitu Stadion Warujayeng. Bahkan meski acara berlangsung pada Sabtu malam (14/12) tetapi hingga kemarin (17/12) sampah masih menumpuk di sekitar stadion.
Dari pantauan wartawan koran ini, kemarin, sampah masih terlihat di beberapa titik. Terutama di Stadion Warujayeng dan sekitarnya. Mayoritas sampah yang berserakan adalah sampah plastik. Seperti, bungkus dari makanan dan minuman.
Hal itu tentu dikeluhkan sejumlah warga yang ditemui wartawan koran ini kemarin. “Banyak sampah berserakan setelah acara sehingga stadion jadi kumuh,” keluh Awi, 45, warga setempat.
Selain di dalam stadion, sampah juga berserakan di tepi jalan. Ini membuat warga juga menjadi tidak nyaman. “Harusnya setelah acara itu stadion dan lokasi langsung bersih. Tidak jadi kotor seperti itu,” tandas Awi.
Kemarin, proses pembersihan masih dilakukan. Petugas kebersihan, warga, dan panitia kopdar bergotong royong membersihkan sampah yang berserakan. Pembersihan tersebut dilakukan dengan acara mengumpulkan sampah di dalam stadion. Sampah-sampah itu lalu di bakar di beberapa titik.
Sementara itu, Lurah Warujayeng Parno membenarkan sampah menumpuk di Stadion Warujayeng dan sekitarnya. Juga dengan kondisi lapangan yang rusak akibat lumpur. Terkait hal itu, dia mengatakan kalau hal tersebut menjadi tanggung jawab dari panitia kopdar CB. Mulai dari pembersihan sampah hingga perbaikan lapangan yang rusak. “Stadion Warujayeng itu milik pemkab. Kemarin sudah ada koordinasi kalau lapangan menjadi tanggung jawab panitia soal pembersihan dan perbaikan jika ada yang rusak,” ujarnya.
Parno berharap pembersihan dan perbaikan dapat dilakukan secepatnya. Karena diketahui stadion tersebut juga sering digunakan oleh masyarakat sekitar. Terutama, bagi masyarakat yang hendak berolahraga.
Terpisah, Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Supriyanto mengatakan pihaknya sudah melakukan penyelidikan terkait informasi toko modern yang merugi hingga Rp 4 juta yang ramai di media sosial (medsos) akibat kopdar CB. Dari hasil penyelidikan, informasi tersebut tidak 100 persen benar. “Dari hasil penyelidikan, nilai kerugian tidak sebesar itu,” ujarnya.
Supriyanto mengatakan, nilai kerugian yang dialami Indomarer hanya Rp 382 ribu. Hal itu dianggap masih di ambang wajar. Karena menurut peraturan di Indomaret, kerugian di bawah Rp 500 ribu belum dianggap sebagai kerugian besar. (wib/tyo)
Editor : Redaksi Radar Nganjuk