Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Pembongkaran Jembatan Lama Berhenti Mendadak, Begini Penjelasan Dinas PUPR Nganjuk

Redaksi Radar Nganjuk • Selasa, 28 Januari 2025 | 17:33 WIB

 

 

Photo
Photo
KERTOSONO, JP Radar Nganjuk - Rencana pembangunan ulang Jembatan Lama Kertosono jadi tanda tanya. Karena sejak awal bulan, alat berat yang digunakan untuk membongkar jembatan sudah tidak ada. Padahal baru sebagian jembatan yang dibongkar.

Hal tersebut tentu membuat warga sekitar penasaran. Salah satunya seperti yang terjadi pada Mardiansyah Nurcahya, 33, warga sekitar. Dia mengatakan, sejak awal bulan, alat berat yang digunakan untuk pembongkaran sudah tidak ada.
“Setelah jembatan yang ambrol itu dibongkar, alat berat langsung tidak ada,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Sedangkan dari pantauan koran ini, seluruh bagian jembatan belum dibongkar. Pembongkaran hanya dilakukan pada satu ruas jembatan. Yaitu pada ruas kedua dari sebelah barat. Ruas tersebut itulah yang sebelumnya ambrol. Sedangkan tiga ruas lainnya masih utuh. Namun belum sampai dibongkar, alat berat sudah tidak ada.

Tentu Mardiansyah penasaran. Karena dengan kondisi itu, pembangunan Jembatan Lama Kertosono bisa jadi molor. Padahal, sesuai jadwal, pembangunan jembatan tersebut harusnya dilakukan pada tahun ini.

“Ya semoga saja tidak lagi mangkrak. Semoga segera dibangun ulang,” tambahnya.
Sayang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidak tahu banyak terkait proses pembongkaran tersebut. Karena memang, sedari awal, proses pembongkaran menjadi wewenang dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

“Pembongkaran Jembatan Lama Kertosono jadi wewenang BBPJN,” ujarnya.
Padahal pembongkaran jembatan menjadi poin penting. Karena rencananya proses pembangunan jembatan baru akan dilakukan setelah jembatan lama dibongkar seutuhnya.
Lalu kapan pembangunan jembatan bisa dilakukan? Menanggapi pertanyaan itu, Gunawan mengaku tak tahu. Karena dari proses pembongkaran hingga pembangunan bukan menjadi wewenang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk. Melainkan menjadi wewenang pemerintah pusat.

Kendati demikian, Gunawan akan terus memantau jalannya proyek tersebut. Dengan harapan pembongkaran hingga pembangunan jembatan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Yaitu pada tahun ini.
“Seluruh prosesnya dikerjakan pusat. Kami juga menunggu,” tandasnya.

Perlu diketahui, Jembatan Lama Kertosono ambles pada 10 September lalu. Sisi jembatan yang ambles tersebut berada di sebelah barat. Penyebabnya adalah bangunan yang sudah terlalu tua.

Setelah ambles, kondisi jembatan semakin mengenaskan. Salah satunya karena rangka bawah yang terus tergerus aliran Sungai Brantas.

Pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Kabupaten Nganjuk-Kediri rencananya akan dilakukan pada tahun ini. Itu setelah kunjungan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia pada November 2024.

Setidaknya pembangunan jembatan itu akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 26 miliar. Beruntung, anggaran tersebut nantinya akan menggunakan APBN. Sedangkan, model jembatan baru akan dibuat sama persis dengan jembatan lama atau replikasi. (wib/tyo)

Editor : Redaksi Radar Nganjuk