NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Warga Kabupaten Nganjuk kembali merasakan banjir saat hujan deras. Kejadian itu berulangkali dialami. Pada Senin malam (27/1), ada enam kecamatan yang terdampak banjir akibat hujan deras. Dari enam kecamatan itu, Kecamatan Sukomoro dan Nganjuk menjadi yang terparah.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk Budianto mengatakan, banjir terjadi di enam kecamatan berbeda. Mereka terdampak banjir akibat hujan deras hingga luapan air sungai.
“Total ada enam kecamatan yang mengalami banjir,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Budianto menjelaskan, banjir terjadi di Kecamatan Nganjuk, Sukomoro, Loceret, Pace, Rejoso, dan Tanjunganom. Dari keenam kecamatan itu, Kecamatan Nganjuk dan Sukomoro menjadi yang terparah.
Di Nganjuk, banjir terjadi karena luapan Sungai Kuncir yang berada di Dam Tanjungrejo. Dam yang masuk Kecamatan Loceret itu tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, air meluber ke jalan sebelah utara. Membanjiri sebagian wilayah Kelurahan Ploso dan sekitarnya.
“Luapan air mulai terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Hingga akhirnya mulai surut sekitar pukul 21.00 WIB,” tambahnya.
Lain Nganjuk, lain lagi Sukomoro. Banjir yang terjadi di Kelurahan Kapas itu lebih parah. Air sungai hingga memasuki rumah warga. Diduga penyebabnya sama seperti beberapa kejadian sebelumnya. Yaitu, luapan dari sungai setempat karena banjir deras.
Selain dua lokasi itu, banjir juga terjadi di beberapa wilayah lain. Beruntung, banjir dapat segera diatasi. Bahkan, dalam hitungan jam, banjir surut dan tidak lagi menggenangi jalan hingga perumahan warga.
“Mayoritas banjir sudah surut sejak malam hari,” tandasnya.
Sementara itu, kemarin (28/1), debit air di Dam Tanjungrejo masih tinggi. Petugas masih berjaga l di pintu air. Tugasnya adalah untuk membersihkan sampah. Karena ditakutkan, sampah-sampah tersebut dapat menyumbat jalannya air sungai. Hingga akhirnya menyebabkan banjir.
Menurut Budianto, petugas akan ditempatkan di lokasi tersebut. Paling tidak mereka akan berada di dam hingga debit air surut. Karena diketahui, debit air yang tinggi di Dam Tanjungrejo diprediksi masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Penyebabnya karena cuaca buruk yang masih terjadi di Kabupaten Nganjuk. Hal itu juga seperti yang dikatakan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sawahan Nganjuk Sumber Harto. Dia mengatakan, cuaca buruk masih akan terjadi beberapa hari hingga minggu ke depan.
“Puncak musim penghujan terjadi bulan ini. Hal itu yang menyebabkan cuaca buruk terjadi,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Harto menyebut, ada beberapa alasan mengapa cuaca buruk terjadi di Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya. Penyebab pertama karena aktifnya Monsun Asia dan adanya fenomena gelombang atmosfer Equatorial Rossby yang melintas di langit Jawa Timur. Fenomena tersebut yang mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan-awan penghujan di Jawa Timur.
Oleh sebab itu, Harto mengimbau masyarakat untuk berhati-hati. Terlebih bagi masyarakat yang bekerja di lapangan. Karena diperkirakan akan banyak bencana alam yang terjadi. Seperti banjir, angin kencang, hingga petir.
Bahkan bencana alam dapat kian parah di daerah tertentu. Seperti di daerah dataran tinggi.
“Mayoritas cuaca di Kabupaten Nganjuk akan mendung hingga hujan deras disertai angin kencang dan petir,” tambahnya. (wib/tyo)
editor : Ilmidza Amalia Nadzira
Editor : Redaksi Radar Nganjuk