NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Masyarakat yang biasa melewati Jembatan Kedungbencag di Desa Kweden, Kecamatan Ngetos bisa bernapas lega. Karena jembatan yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk itu kini sudah boleh dilewati.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo mengatakan, setelah beton dipastikan kering, warga sudah boleh melintas. “Mulai Februari ini masyarakat sudah bisa melewati jembatan,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Gunawan mengatakan, jembatan itu sebenarnya sudah rampung sejak akhir Desember. Namun belum bisa digunakan beberapa hari setelahnya. Alasannya karena beton yang belum benar-benar kering.
Untuk bisa digunakan secara normal, beton harus dipastikan kering terlebih dahulu. Waktu yang digunakan agar beton benar-benar kering adalah satu bulan. Maka dari itu, sejak awal Februari, jembatan penghubung Kecamatan Berbek, Ngetos, dan Sawahan itu sudah bisa digunakan.
Gunawan mengatakan, Jembatan Kedungbencah memiliki modal yang berbeda dari jembatan lama. Perbedaan terletak pada tiang penyangga di tengah yang kini dihilangkan. Pihaknya memiliki alasan mengapa tiang penyangga itu dihilangkan.
Salah satunya agar tidak tergerus air saat debit di Sungai Kuncir meningkat. Karena ditakutkan hal tersebut dapat menyebabkan jembatan roboh. “Dulu jembatan roboh karena diterjang banjir Sungai Kuncir. Semoga jembatan yang sekarang lebih kuat karena tidak ada tiang di tengah,” tandasnya.
Terpisah, Damiran, 68, salah satu warga sekitar mengaku senang karena jembatan sudah bisa digunakan. Menurutnya jembatan tersebut sangat berguna bagi masyarakat sekitar. Terutama bagi warga Desa Kweden yang biasa beraktifitas di Kecamatan Berbek dan Sawahan. “Semoga tidak rusak lagi seperti yang dulu,” ujarnya singkat.
Perlu diketahui, pada 2021 lalu, Jembatan Kedungbencah ambruk. Penyebabnya adalah banjir yang terjadi pada Sungai Kuncir. Setelah kejadian itu, Pemkab Nganjuk membangun jembatan darurat. Lalu pada awal 2024, jembatan dibangun ulang.
Jembatan Kedungbencah itu memiliki panjang 40 meter dan lebar 7 meter. Jembatan itu dibangun oleh CV Putra Manunggal Utama dengan menghabiskan anggaran mencapai Rp 4,6 miliar. Total pengerjaan jembatan rampung pada akhir Desember. Namun harus menunggu selama satu bulan agar bisa dilewati. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira