Media Sosial diramaikan dengan salah satu beberapa foto atau video yang menunjukkan banyak orang ramai memadati sebuah goa dengan melanuntan doa. Goa tersebut ternyata adalah Gua Safarwari, gua yang terletak di Desa Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Banyak orang mempercayai bahwa masuk ke gua ini dapat menembus Mekkah, namun apakah benar demikian?
Nama Safarwadi berasal dari dua gabungan kata Dalam bahasa Arab yaitu “Safar” yang berarti jalan dan “Wadi” yang berarti lembah atau jurang. Jika digabungkan nama Safarwadi berarti jalan yang berada diatas jurang. Gua ini juga terletak diantara 2 bukit pinggir kali. Panjang gua ini mencapai 284 meter dan lebar 24,5 meter.
Menurut sejarahnya, gua ini adalah tempat Syekh Abdul Muhy mendalami agama Islam dan Mendekatkan (bertaqarrub) kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Syekh Abdul Muhy mempelajari ilmu-ilmu islam dibantu dengan gurunya yaitu Iman Sanusi. Itulah alasan mengapa gua Safarwadi adalah tempat yang bersejarah bagi umat Islam.
Konon katanya Syekh Abdul Muhy ditugaskan untuk menanam setangkai padi di daerah dekat lembah oleh gurunya. Jika setangkai pada tersebut tumbuh dan menghasilkan satu tangkai padi, maka tempat tersebut adalah gua untuk tempat Syekh Abdul Muhy belajar. Akhirnya Syekh Abdul Muhy berhasil padi tersebut tumbuh dan menghasilkan setangkai padi dan tempat tersebut akhirnya terkenal dengan nama gua Safarwadi.
Gua Safarwadi adalah gua yang memiliki keunikan yang jarang ditemukan di gua lain. Salah satu keunikan gua ini adalah memiliki sumber mata air yang jernih yag biasa disebut air zam-zam Pamijahan atau “air kejayaan”
Yang membuat gua ini menjadi viral di media sosial yaitu gua ini dipercayai bisa membantu pengunjungnya menembus Mekkah. Di dalam gua ini, terpadat batu yang berlubang yang disebut sebagai peci haji. Konon katanya, jika kepala para pendatang cukup pada lubang di peci haji, orang tersebut ditakdirkan untuk berangkat ke tanah suci Mekkah.
Penjaga setempat menyebutkan bahwa gua ini sering dikunjungi ziarah dan selalu ramai setiap hari. Mereka menyebutkan bahwa setiap hari, pengunjung gua ini bisa mencapai 10 ribu orang. Apalagi jika mendekati hari-hari penting islam, pengunjung goa ini akan meningkat secara drastis dari hari biasanya.
Namun, tidak ada bukti yang menjukkan bahwa gua ini dapat digunakan sebagai akses menuju Mekkah. Gua ini lebih cocok dianggap sebagai tempat ziarah bagi umat-umat muslim.
Penulis: Mahasiswa Magang PNM Joenaidi Zidane Lie