Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Peternak Sapi di Nganjuk harus Waspada! PMK makin Meningkat Apalagi Vaksinnya hanya Dapat Jatah Segini

Karen Wibi • Kamis, 13 Februari 2025 | 17:54 WIB
CEK KESEHATAN: Petugas memeriksa kondisi sapi yang akan dijual di Pasar Hewan Kedondong kemarin.
CEK KESEHATAN: Petugas memeriksa kondisi sapi yang akan dijual di Pasar Hewan Kedondong kemarin.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kabupaten Nganjuk masih belum bisa lepas dari virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang sapi. Hingga kemarin (12/2), ada 889 sapi yang telah terjangkit virus tersebut. Bahkan, enam di antaranya telah mati.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk Siti Farida mengatakan, jumlah sapi yang terkena PMK di Nganjuk terus meningkat.

Sejak awal tahun hingga kemarin, total sapi yang terjangkit PMK mencapai 889 ekor. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya mati. Lalu, 12 ekor sapi harus dipotong paksa.

Sedangkan, hanya 84 ekor sapi yang sudah dinyatakan sembuh.

Jumlah tersebut diketahui meningkat hampir tiga kali lipat dibanding bulan lalu. Karena di pertengahan Januari, jumlah sapi yang terjangkit PMK hanya di kisaran 300 ekor.

Banyak faktor menjadi penyebab virus PMK dapat meningkat tajam. Salah satunya karena penyebaran virus yang tidak dapat dikontrol.

Seperti, penyebaran yang terjadi di pasar hewan. Hal itu juga yang menjadikan Pasar Hewan Kedondong saat ini dijaga dengan sangat ketat. “Virus juga lebih cepat menyebar di musim penghujan,” tambahnya.

Banyak cara yang dilakukan oleh dinas. Salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi hewan.

Seperti pada Januari lalu, Pemkab Nganjuk mendapat jatah vaksin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) sebanyak 3.500 dosis.

Tentu jumlah tersebut masih jauh dari kata cukup. Beruntungnya lagi, di bulan ini, pemkab kembali mendapat bantuan vaksin. Jumlahnya mencapai 10.750 dosis vaksin.

Farida berharap, virus PMK dapat terus ditekan dengan vaksinasi. Kini dinas terus berkeliling ke para peternak untuk melakukan vaksinasi secara gratis.

Namun, jika tidak kebagian, para peternak dapat melakukan vaksinasi secara mandiri. (wib/tyo)

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Disperta Nganjuk #vaksin #Berita Hari Ini #nganjuk #radar nganjuk #pmk #sapi