NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Bencana alam masih mengancam warga Nganjuk di minggu ini. Karena hingga 16 Maret mendatang, Kabupaten Nganjuk mengalami cuaca buruk.
Oleh sebab itu, warga diimbau untuk berhati-hati. Hal itu seperti yang dikatakan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sawahan Nganjuk Sumber Harto.
Menurut prediksi BMKG Sawahan, cuaca buruk akan terjadi mulai 7 hingga 16 Maret.
“Cuaca ekstrem akan dialami oleh seluruh wilayah Jawa Timur. Termasuk, Nganjuk,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Ada penyebab mengapa cuaca ekstem terjadi. Alasan pertama karena seluruh wilayah di Jawa Timur masih berada di musim penghujan.
Selain itu, kelembapan udara yang tinggi mulai lapisan bawah hingga menengah mendukung terbentuknya awan konvektif yang masif.
Serta adanya daerah pertemuan massa udara dan gangguan gelombang atmosfer Rossby mendukung terbentuknya daerah pertemuan awan hujan.
Akibat hal-hal itu, ada banyak bencana yang mengintai. Mulai dari hujan lebat, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.
“Selama sepekan ke depan akan banyak hujan kencang disertai petir,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Gunarto mengatakan, bencana alam masih sangat mungkin terjadi di Kabupaten Nganjuk selama seminggu ke depan.
“Bencana alam seperti banjir dan angin kencang masih akan terjadi beberapa hari ke depan,” ujarnya.
Seperti diketahui, sejak pekan lalu, hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur Kabupaten Nganjuk. Hasilnya, pada Jumat lalu (7/3), ada beberapa daerah di Nganjuk yang dilanda banjir.
Salah satunya seperti yang terjadi di Kecamatan Sukomoro, Loceret, Berbek, hingga Pace.
Salah satu yang paling parah terjadi di Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro. Di wilayah itu, banjir hingga menggenangi rumah milik warga.
Setidaknya ada belasan rumah yang tergenang banjir hingga hitungan jam. Pada hari yang sama, angin puting beliung juga terjadi di Desa/Kecamatan Lengkong.
Akibatnya sebagian atap di SDN 1 Lengkong rubuh. Hal itu yang membuat sekolah sempat diliburkan pada akhir pekan.
Menurut Gunarto, kejadian serupa masih akan terjadi. Oleh sebab itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk terus berhati-hati.
Selain itu, Gunarto juga berpesan kepada masyarakat untuk aktif melaporkan kalau mengalami kejadian bencana alam. “Semoga Kabupaten Nganjuk terus aman selama cuaca buruk,” tambahnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira