NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Pemutusan sambungan listrik tidak hanya terjadi di 78 rumah warga Lingkungan Santren, Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro.
Namun, PLN Nganjuk juga melakukan ke pelanggan lain. Ironisnya, jumlah pelanggan yang diputus sementara sambungan listriknya itu mencapai belasan ribu pelanggan di bulan Maret ini.
“Total ada sekitar 15 ribu pelanggan pascabayar PLN Nganjuk yang kami putus sementara sambungan listriknya,” ujar Surya Sari, Pelayanan Pelanggan PLN Nganjuk.
Untuk pelanggan PLN Nganjuk, Sari mengatakan, ada 206 ribu pelanggan PLN. Mereka terbagi menjadi pelanggan prabayar atau pulsa dan pascabayar.
Untuk pascabayar itu yang sanksinya diputus sementara. Sedangkan, jika prabayar maka listrik akan padam otomatis jika token listriknya habis.
“Total pelanggan pascabayar PLN Nganjuk ada sekitar 93 ribu pelanggan,” ujarnya.
Sari mengungkapkan, batas maksimal pembayaran tagihan listrik PLN bagi pelanggan pascabayar 20 setiap bulannya.
Jika terlambat membayar maka PLN akan memberikan peringatan. Surat tagihan pembayaran dan stiker akan dipasang di meteran.
Secara aturan, sebenarnya 15 ribu pelanggan yang telat membayar tersebut sudah bisa diputus.
Namun, karena minimnya jumlah petugas PLN yang dimiliki, sehingga pemutusan tidak bisa dilakukan sekali waktu.
“Kalau memang pelanggannya sering nunggak ya itu langsung disuruh diputus,” papar Sari.
Lebih lanjut, Sari mengungkapkan alasan pelanggan menunggak adalah sering mengesampingkan pembayaran listrik.
Mereka lebih memilih membayar kebutuhan yang lain terlebih dahulu. Akibatnya, tagihan listrik sering diabaikan.
Selain itu, beragam alasan pelanggan pun kerap kali Sari terima. Kebanyakan mereka belum membayar lantaran belum gajian.
Selain itu ada juga yang memilih membeli kuota internet di HP yang didahulukan.
“Padahal kalau dilihat dari nilai nominalnya jauh lebih kecil dari kebutuhan yang lain,”ujarnya.
Ada sejumlah pelanggan juga yang menitipkan bayaran secara kolektif ke satu orang namun telat dibayar oleh kolektor.
Namun kadang juga pihak kolektor yang tidak amanah hingga membuat telat bayar. Hal itu terjadi di Lingkungan Santren.
Warga jadi heboh setelah PLN menyegel meteran dengan memberitahu jika belum membayar tagihan listrik.
“Jika tagihan listrik sudah dibayar maka kami akan menyambung lagi,” pungkasnya. (nov/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira