Latar Belakang
Palapa B2 diluncurkan pada 3 Februari 1984, tetapi gagal mencapai orbit geostasioner akibat masalah pada roket pendorongnya. Akibatnya, satelit ini tetap berada di orbit rendah dan tidak dapat digunakan. Hal serupa terjadi pada satelit lain, Westar 6, yang juga mengalami kegagalan serupa.
Karena kedua satelit ini memiliki nilai ekonomi tinggi, pemiliknya memutuskan untuk membayar NASA agar menangkap kembali satelit tersebut dalam misi penyelamatan luar angkasa yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Aksi Heroik di Luar Angkasa
Pada 8 November 1984, misi STS-51-A diluncurkan dengan tujuan menangkap Palapa B2 dan Westar 6. Tim astronaut yang dipimpin oleh Frederick Hauck melakukan manuver mendekati satelit, sementara astronaut Joseph Allen dan Dale Gardner keluar dari pesawat ulang-alik menggunakan pakaian luar angkasa.
Yang mengejutkan, mereka menangkap satelit menggunakan tangan! Dengan bantuan alat penangkap khusus yang disebut Manned Maneuvering Unit (MMU), mereka mendekati satelit, memegangnya secara manual, dan kemudian mengamankannya di kompartemen kargo pesawat ulang-alik.
Akhir Kisah
Palapa B2 kemudian dikembalikan ke Bumi dan diperbaiki sebelum akhirnya diluncurkan kembali pada 13 April 1990 dengan nama Palapa B2R. Keberhasilan ini menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam eksplorasi luar angkasa dan menunjukkan keterampilan luar biasa para astronaut NASA.
Momen ini juga menjadi kebanggaan bagi Indonesia karena satelit Palapa adalah bagian dari sistem komunikasi nasional yang mendukung siaran televisi dan komunikasi telepon di seluruh kepulauan Indonesia.
Sebuah kisah nyata yang membuktikan bahwa eksplorasi luar angkasa penuh dengan tantangan, inovasi, dan keberanian!
Editor : Miko