NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Operasi Ketupat Semeru 2025 sudah berakhir. Selama musim mudik dan balik, terjadi puluhan kecelakaan lalu lintas tercatat. Namun, jumlahnya mengalami penurunan jika dibandingkan pada tahun lalu.
Satlantas Polres Nganjuk mendata terdapat 10 kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas), selama momen mudik dan balik lebaran mulai Minggu (23/3) hingga Selasa (8/4). Jumlah tersebut turun jika dibandingkan dengan tahun 2024, yakni sebanyak 21 kasus.
Rinciannya korban luka ringan menurun dari 55 menjadi 25 orang. Selain itu, ada luka berat turun dari 3 menjadi 1 orang, dan tidak ada korban meninggal dunia dalam operasi tahun ini. Kerugian material tercatat sebesar Rp 34.500.000.
Kapolres Nganjuk AKBP Siswantoro mengungkapkan Penurunan ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan lebih efektif dibanding sekadar penindakan. Pihaknya menggunakan langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan yaitu dengan cara menghimbau masyarakat agar tertib berlalu lintas. Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Fokus kami adalah menyelamatkan nyawa, bukan sekadar menindak pelanggaran,” ujarnya.
Walaupun sempat terjadi kemacetan, dia mengatakan secara umum operasi ketupat di tahun relatif lancar. Lonjakan volume kendaraan paling terlihat di Simpang Empat Kertosono. Selain itu antrean panjang berada di Simpang Empat Mengkreng.
“Arus mudik ramai terjadi mulai H-3 hingga H-1 Lebaran, sementara arus balik padat di H+2 hingga H+4,” papar Siswantoro.
Selama operasi, Satlantas Polres Nganjuk juga mencatat pelanggaran. Total ada 16.052 pelanggaran lalu lintas.
Rinciannya terdiri dari 1.072 pelanggaran melalui ETLE statis, 852 ETLE mobile, 338 tilang manual, dan 13.790 teguran.
Pelanggaran yang paling banyak ditemukan antara lain tidak memakai helm SNI sebanyak 724 pelanggar. Selain itu, tidak menggunakan sabuk keselamatan sebanyak 977 pelanggar.
Selanjutnya ada pelanggaran melawan arus sebanyak 196 pelanggar, serta penggunaan knalpot tidak standar sebanyak 147 pelanggar.
“Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kesadaran dan penurunan angka kecelakaan,” pungkasnya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira