Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Duka Keluarga Sunaji, Korban Salah Amuk Massa di Pasar Warujayeng Yang Alami Trauma Berat Hingga Sang Ibu Kritis di Rumah Sakit Karena Kaget

Novanda Nirwana • Sabtu, 26 April 2025 | 19:37 WIB
Duka Keluarga Sunaji, Korban Salah Amuk Massa di Pasar Warujayeng Yang Alami Trauma Berat Hingga Sang Ibu Kritis di Rumah Sakit Karena Kaget
Duka Keluarga Sunaji, Korban Salah Amuk Massa di Pasar Warujayeng Yang Alami Trauma Berat Hingga Sang Ibu Kritis di Rumah Sakit Karena Kaget

Nganjuk, JP Radar Nganjuk - Keluarga Sunaji, korban amuk massa di Pasar Warujayeng pada Senin (21/4) mengalami banyak persoalan. Sunaji yang mengalami depresi menjadi babak belur karena dikeroyok warga akibat dituduh mencoba mencuri sepeda motor.

Pria berusia 31 tahun itu akhirnya trauma dan ketakutan saat melihat orang banyak. Lebih tragisnya, sang ibu Sunaji mengalami kritis saat tahu anaknya diamuk massa. 

Kisah sedih dialami oleh keluarga Sunaji. Saat ini, Sunaji harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Kertosono. Karena saat dijenguk Bupati Marhaen Djumadi pada Kamis (21/4), terungkap jika Sunaji mengalami trauma.

Dia ketakutan melihat kedatangan Kang Marhaen dan warga. Sehingga, Kang Marhaen meminta Sunaji dirawat di RSD Kertosono. 

Selain trauma, hasil visum membuktikan bahwa Sunaji mengalami luka di bagian mata sebelah kiri. Kemudian, terdapat luka dalam bagian dada dan perut.

Menurut Binti Qoiriah, 23, adik Sunaji, sebenarnya sang kakak itu mengalami depresi. Hal itu dialami Sunaji sejak dua tahun lalu. “Kalau kambuh itu cuma diem dan ngelamun gitu aja,” ujarnya.

Diduga, lanjut Binti, penyebab Sunaji depresi karena faktor ekonomi dan keluarga. Sunaji yang memiliki satu anak berusia tiga tahun harus berpisah dengan keluarganya.

Istrinya membawa pergi sang buah hati untuk bekerja di luar kota. Jadi, Sunaji sendirian tinggal bersama saudaranya. 

Apesnya, saat tahu Sunaji dikeroyok, sang ibu mengalami kritis. Ini membuat keluarga Sunaji kebingungan. Karena Sunaji luka-luka. Sementara, ibunya kondisinya kritis. 

Tak hanya ibu Sunaji, Kasmirah, 70, nenek Sunaji, juga sakit akibat mengetahui kejadian tersebut.

Ia menyebut, setelah melihat cucunya menjadi korban amuk massa, sakit sesak yang dia derita kembali kambuh. “Tiga hari ini saya sesak kalau ngelihat dia,” sambung Kasmirah.

Lansia itu tampak termenung di depan kamar saat Bupati Mahaen mendatangi rumahnya. Ia pun berharap permasalahan ini segera terselesaikan dan cucunya kembali sehat. “Kasiani keluarga saya,” ungkapnya.

Tak hanya Kasmirah, Binti pun juga menginginkan hal yang serupa. Yakni meminta pelaku meminta maaf dan mengganti rugi atas semua yang dilakukan kepada keluarganya. “Penginnya ya pelaku ke sini dan meminta maaf,” kata Binti.

Rosi Armita, Kuasa Hukum Sunaji, hingga saat ini memberikan peluang kepada pelaku untuk mediasi.

Namun hingga kini belum ada itikad baik dari para pelaku. “Belum datang ke sini atau sekadar silaturahmi itu belum ada,” ungkap Rosi.

Nantinya jika tetap tidak ada itikad baik dari pada pelaku, pihaknya akan terus melanjukan sesuai proses hukum.

“Kami berhak sebagai warga negara untuk mendapatkan suatu keadilan. Ini negara hukum, bukan main hakim sendiri,” jelasnya.

Hingga kini, dia sudah mengantongi beberapa nama yang menjadi terduga pengeroyokan. Namun, dia masih menunggu dari pihak kepolisian untuk memanggil.

“Siapapun pelakunya kami minta proses hukum dilanjutkan,” tandasnya. 

 

Editor : Elna Malika
#Sunaji #berita nganjuk hari ini #duka keluarga #nganjuk #radar nganjuk #amuk massa #kritis #korban #warujayeng #depresi