NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pembongkaran Jembatan Kutorejo di Kecamatan Bagor terus berlanjut. Kemarin (5/5) jembatan bailey yang lokasinya di sisi utara telah dibongkar. Pembongkaran jembatan tersebut ditarget rampung dua minggu lagi.
Hal itu seperti yang dikatakan oleh Pelaksana Lapangan Pembangunan Jembatan Anugerah Dwi Pamungkas. Dia mengatakan, jembatan bailey menjadi bagian yang pertama kali dibongkar.
“Untuk jembatan bailey sudah selesai dibongkar,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Beruntung tidak ada masalah selama pembongkaran. Seluruh prosesnya berlangsung dengan lancar. Dalam waktu satu minggu saja, jembatan bailey telah rampung dibongkar seluruhnya.
Kini gantian sisa Jembatan Kutorejo sisi selatan yang akan dibongkar. Proses tersebut mulai berlangsung minggu ini. Dengan targetnya akan rampung pada dua minggu ke depan.
“Akan semakin baik ketika pembongkaran dapat lebih cepat,” tambahnya.
Baca Juga: Biyuh-biyuh, Pria Asal Bojonegoro Ditangkap Usai Mencuri Motor di Kertosono Nganjuk
Lebih lanjut, selama pembongkaran, Pamungkas dan pekerja lain memerlukan banyak alat berat. Tujuan utamanya agar pembongkaran dapat berjalan cepat.
Selain itu, Pamungkas juga berharap pembongkaran dapat berlangsung dengan aman.
Di waktu yang bersamaan petugas juga melakukan persiapan pembangunan. Lokasi yang nantinya akan dijadikan pondasi jembatan telah disiapkan.
Begitu juga dengan bahan-bahan untuk pondasi yang telah mulai datang.
“Setelah jembatan dibongkar, kami langsung buat pondasi,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Jembatan Kutorejo rusak pada Maret 2022 lalu. Jembatan tersebut mengalami ambles di bagian sisi utara.
Salah satu penyebabnya adalah karena jembatan yang sering dilalui oleh kendaraan besar. Kendaraan tersebut sering lewat selama proses pembangunan Bendungan Semantok.
Setelah ambles, jembatan ditutup total. Lalu pada April 2022, jembatan tersebut diperbaiki untuk sementara.
Jembatan bailey dibangun di sisi jembatan yang ambles. Selama itu, warga yang melewati jembatan itu harus bergantian.
Penyebabnya karena jembatan bailey yang sempit. Beruntung di tahun ini, jembatan tersebut mendapat jatah perbaikan.
Perbaikan tersebut dilakukan langsung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Selama proses pembangunan, pengendara harus mencari jalan memutar.
Dari yang semula hanya 100 meter kini bertambah menjadi sekitar 3 kilometer (km). (wib)
Editor : Elna Malika