MADINAH, JP Radar Nganjuk– Kondisi jamaah haji asal Kabupaten Nganjuk di Tanah Suci tidak baik-baik saja. Sejumlah jamaah dilaporkan mengalami demam. Ada juga yang mengalami kaki pecah-pecah.
Beruntung, tidak ada yang harus dilarikan ke rumah sakit di Madinah. “Semua jamaah yang sakit dirawat di hotel. Tidak ada yang sampai ke rumah sakit,” ujar Ketua Kloter 7 Muksin kemarin.
Menurut Muksin, banyakya jamaah yang sakit itu karena cuaca di Madinah berbeda 180 derajat dengan Nganjuk. Saat siang hari, suhu di Madinah bisa mencapai 39 derajat celsius.
Sehingga, dia mengimbau kepada jamaah haji untuk menjaga kesehatan. Selain itu memakai pelembab badan, minum oralit dan paracetamol.
Hingga saat ini jemaah haji asal Kabupaten Nganjuk masih melaksanakan kegiatan di Madinah. Di sana, jamaah haji mengikuti salat berjamaah rutin selama delapan hari.
“Para jamaah juga berziarah di sekitar Masjid Nabawi, ziarah ke Masjid Quba, dan Jabal Uhud,” ujar Muksin.
Selain itu, tambah Muksin, para jamaa hajih juga mengunjungi kebun kurma. Harapannya, mereka bisa melaksanakan ibadah haji dengan khusyuk dan pulang menjadi haji mabrur.
Untuk diketahui, sebanyak 376 jamaah haji Kabupaten Nganjuk dilepas di Pendapa KRT Sosrokoesoemo sekitar pukul 16.00 WIB menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Di sana, jamaah menjalani serangkaian pemeriksaan dan pemantapan sebelum terbang menuju Tanah Suci, pada 3 Mei lalu. Pada 4 Mei pukul 03.20 WAS, mereka tiba dengan selamat di Tanah Suci. (nov/tyo)
Editor : Elna Malika