NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Adi Candra, 8, bocah laki-laki asal Desa Campur, Gondang, meninggal dunia. Dia mengembuskan napas terakhirnya karena tersengat aliran listrik di atas rumahnya, Senin sore (13/5).
Informasi yang dihimpun koran ini, siswa sekolah dasar (SD) itu tersetrum saat berada di lantai dua rumahnya.
Saat kejadian, korban sempat berpamitan kepada ayahnya untuk melaksanakan salat Ashar. “Pamitan ke saya itu mau ke masjid katanya,” ujar Bagiyo, 46, ayah korban.
Bagiyo pun lantas mengizinkan anaknya. Namun, hingga beberapa waktu kemudian, korban tidak kembali. Bagiyo pun lantas bingung dan mencarinya ke masjid.
“Saya cari ke masjid kok ngga ada, saya langsung ke atas. Ternyata dia sudah tergeletak,” paparnya.
Bagiyo menemukan anaknya sudah dalam keadaan meninggal dunia di lantai 2 rumah, dengan tangan kanan masih memegang kabel listrik yang ada arus listriknya.
“Saya mencoba menarik tetapi saya ikut tersetrum, akhirnya nunggu dari PLN,” tambahnya.
Setelah adanya insiden tersebut, personel Polsek Gondang , Unit Inafis, petugas medis Puskesmas Gondang, serta personel PLN Nganjuk mendatangi TKP.
Petugas PLN langsung memutus aliran listrik sebelum dilakukan evakuasi terhadap jenazah korban.
Terpisah, Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Supriyanto menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban mengalami luka bakar di siku kanan dan kiri, punggung sepanjang kurang lebih 20 cm, serta telapak tangan kanan.
“Tubuh korban ditemukan dalam posisi terlentang dan kaku, serta mengeluarkan busa dari mulut,” jelasnya.
Dari pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain luka bakar akibat tersengat listrik.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga, dalam hal ini orang tua korban, menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi maupun penyelidikan lebih lanjut.
Jenazah akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat. (nov/tyo)
Editor : Elna Malika