Musim Pancaroba Berlangsung, BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem di Nganjuk Selama Sepekan
Elna Malika• Rabu, 14 Mei 2025 | 18:19 WIB
Musim Pancaroba Berlangsung, BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem di Nganjuk Selama Sepekan
NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Nganjuk, Jawa Timur, tengah memasuki periode musim pancaroba, masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau, yang berlangsung hingga sekitar Juni 2025.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat Nganjuk untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan, mulai 13 hingga 19 Mei 2025.
Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang tidak stabil, yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari hingga keselamatan warga.
Menurut BMKG, masa pancaroba ditandai dengan perubahan cuaca yang drastis.
Pagi hingga siang hari sering kali cerah dengan suhu tinggi, namun sore hingga malam berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Fenomena ini terjadi karena pemanasan permukaan yang intens memicu pembentukan awan konvektif, seperti awan Cumulonimbus, yang dikenal sebagai pemicu cuaca ekstrem.
Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby Equatorial dan Madden jaJulian Oscillation (MJO) turut memperkuat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa Timur, termasuk Nganjuk.
Masyarakat Nganjuk diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga gangguan jarak pandang.
BMKG menyarankan beberapa langkah antisipatif, antara lain memantau perkembangan cuaca melalui situs resmi www.bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG, serta menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan rapuh saat hujan deras.
Warga juga disarankan untuk mengamankan benda-benda di luar rumah yang rentan terbawa angin dan memastikan sistem drainase berfungsi baik guna mencegah genangan air.
Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menegaskan bahwa cuaca ekstrem pada masa pancaroba bersifat tidak merata dan berlangsung singkat, tetapi dampaknya bisa signifikan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun siaga, serta memahami langkah evakuasi jika diperlukan,” ujarnya.
Dengan kesiapsiagaan yang baik, diharapkan warga Nganjuk dapat meminimalkan risiko akibat cuaca buruk dan menjalani aktivitas dengan aman selama periode pancaroba ini.