NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Sunaji, korban salah amuk massa asal Dusun Jarakan, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom semakin mengenaskan kondisinya.
Dia tidak kunjung pulih mentalnya. Bahkan, kondisinya semakin parah di tengah kasusnya yang jalan di tempat. Binti Qoiriyah, adik Sunaji dibikin repot jadinya.
Sunaji tidak bisa diajak komunikasi. Dia hanya berdiam diri di kamar. Hal itu membuat Binti Qoiriyah, adik Sunaji kebingungan. Apalagi, mereka hanya tinggal berdua di rumah.
Sejak kejadian salah amuk massa di Pasar Warujayeng itu membuat mental Sunaji terganggu.
Bahkan sejak kepergian ibunya beberapa waktu lalu, Sunaji makin susah diajak komunikasi. Makan dan mandi pun enggan.
“Makannya sekarang susah banget, apalagi mandi,” ujar Binti.
Hingga kini, Binti pun kebingungan dengan kakaknya. Setiap hari Sunaji hanya tidur dan berdiam diri di kamar. Tidak mau keluar bahkan ngobrol.
“Setiap hari itu saya siapkan makan, saya masakin atau saya belikan makanan enak tapi ya gitu kalau makan selalui disisain,” keluhnya.
Binti pun tak menduga bahwa kejadian tersebut akan menimpa keluarganya. Bahkan dia sempat keguguran. “Segala beban itu saya yang mikirin,” tambahnya
Sejak dua tahun terakhir memang Sunaji memiliki gangguan mental. Namun, ketika sedang kumat Sunaji hanya berdiam diri.
Menurut Binti, yang membuat kakaknya seperti itu adalah beban pikiran keluarga dan ekonomi. Ditambah kejadian salah amuk massa. Sehingga, membuat Sunaji bertambah parah.
Binti pun kini merasa bingung. Sebab, dia hanya seorang diri mengurus kakaknya. Selain itu, ia tidak bekerja. Sehingga, uang dari suaminya harus dibagi dengan Sunaji untuk keperluan sehari-hari.
“Saya itu tulus bantu, apalagi ini keluarga dekat saya tapi ya bantunya sebisa saya apalagi saya tidak kerja,” paparnya
Ia pun berharap dengan kesembuhan kakaknya. Ia ingin jika ia memiliki uang lebih, ia akan membawa kakaknya berobat ke psikiater.
“Saya juga ingin Mas sembuh, bisa kerja lagi bantu perekonomian lagi,” tambahnya.
Nantinya, setelah kasus ini selesai, pihak keluarga Sunaji akan mengusulkan pendampingan dan terapi untuk Sunaji.
“Semoga setelah kasusnya selesai bisa dinegosiasi bisa mendapat imbal balik dan dipulihkan mentalnya,” pungkasnya.
Hingga kini ia masih berharap masalah yang ia hadapi segera terselesaikan. Terlebih pada pada Senin (28/4), Sunaji resmi melaporkan kasus itu ke polisi.
Namun, penyelidikan pun masih terus dilakukan. Menurut Binti, dia akan kembali mendatangi Polres Nganjuk bersama kuasa hukum Sunaji untuk meminta penyelesaian. (nov/tyo)
Editor : Elna Malika