NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Jalan Desa Jintel-Desa Kedungpadang, Kecamatan Rejoso semakin rusak parah. Meski sudah diperbaiki, jalan tersebut semakin ambles.
Akibatnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk membangun jalur darurat.
Dari pantauan wartawan koran ini, jalur Desa Jintel-Kedungadang sudah tidak bisa dilewati. Alasannya karena jalan yang terus ambles.
Bahkan ketinggian jalan yang ambles itu lebih dari satu meter.
“Jalannya terus ambles. Jadi ditutup total sekalian karena takut jika terjadi apa-apa pada orang yang lewat,” ujar Camat Rejoso Teguh Ovi Andriyanto.
Teguh menjelaskan, setelah ambles, Pemkab Nganjuk langsung melakukan perbaikan. Caranya adalah dengan melakukan pengurukan.
Namun ternyata hasilnya nihil. Beberapa jam setelah diuruk, jalan tersebut ambles lagi.
Bahkan kondisinya kian parah. Sebelumnya ketinggian jalan ambles hanya sekitar 50 sentimeter (cm).
Namun kini ketinggiannya terus bertambah. Bahkan melebihi satu meter. Akibatnya warga tak berani lewat.
Karena ditakutkan, saat lewat, jalan tersebut ambles dan membahayakan warga yang lewat.
Pemkab Nganjuk tak mau kondisi itu berlanjut. Karena dipastikan, akibat jalan ambles, warga dari Desa Kedungpadang jadi terisolasi.
Terlebih bagi warga yang sering bepergian dengan kendaraan roda empat. “Yang sepeda motor kalau hati-hati masih bisa. Tapi kalau mobil dipastikan tidak bisa lewat,” ujar Teguh.
Karena itu, Pemkab Nganjuk lalu membuat jalan darurat. Lokasinya berada di sebelah barat dari jalan yang ambles.
Jalur tersebut diambil dari lahan pekarangan dan sawah milik warga sekitar. Proses pengerjaan jalan darurat itu terus dikebut.
Alasannya tentu agar warga bisa segera menggunakan jalan dan tidak lagi terisolasi.“Untuk saat ini yang paling penting warga bisa lewat dulu,” tandasnya.
Lalu bagaimana dengan perbaikan jalan yang ambles? Menanggapi pertanyaan itu, Teguh mengatakan perbaikan jalan tersebut juga akan segera dilakukan.
Saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan PUPR Kabupaten Nganjuk dan BPBD Kabupaten Nganjuk.
“Perbaikan jalan yang ambles akan meliputi pemasangan tanggul di samping jalan yang berbatasan dengan sungai,” ungkap Teguh. (wib/tyo)
Editor : Redaksi Radar Nganjuk