NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Longsor yang terjadi di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos membuat warga waswas. Karena jarak lokasi longsor dan area pemukiman warga hanya berjarak sekitar 500 meter.
Katiman, 70, warga Desa Kepel, Kecamatan Ngetos mengaku ketakutan karena adanya longsor yang terjadi di desanya. Apalagi, jarak antara pemukiman dan lokasi longsor yang hanya sekitar 500 meter.
“Warga pasti takut kalau ada longsor susulan,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Oleh sebab itu, Katiman dan warga lain berharap, segera ada tindakan dari pemerintah daerah (pemda). Dengan harapan longsor tersebut tidak melebar hingga mengarah ke pemukiman warga.
“Semoga tidak ada longsor lagi di Kecamatan Ngetos,” harapnya.
Sementara itu, Camat Ngetos Nuri Prihandoko mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk. Hasilnya adalah longsor tidak akan menyebar hingga mengarah ke pemukiman warga.
“Insya Allah pemukiman warga masih aman. Jarak 500 meter itu masih jauh,” ujarnya.
Meski demikian, Nuri mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati.
Terlebih masyarakat yang sering beraktivitas di sekitar lokasi kejadian. Karena dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan yang terjadi jika hujan deras mengguyur Ngetos.
Agar masyarakat tak beraktivitas di sekitar lokasi, pihak kecamatan sudah menugasi beberapa warga. Mereka bertugas untuk berjaga di beberapa titik. Tujuannya untuk melarang yang hendak mendekat di sekitar lokasi longsor.
“Area longsor wajib steril. Tidak boleh ada aktivitas,” tegasnya sembari mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk untuk melakukan tindakan agar longsor tidak meluas.
Imbauan tidak hanya disampaikan oleh Nuri. Melainkan juga oleh Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Gunarto. Dia menyebut, masyarakat dilarang beraktifitas di sekitar lokasi longsor.
“Area longsor tidak boleh digunakan untuk beraktifitas,” ujarnya singkat.
Seperti diberitakan sebelumnya, longsor baru saja terjadi di Desa Kepel. Total ada dua longsor yang terjadi di waktu yang berbeda.
Longsor pertama terjadi Sabtu lalu (17/5). Sedangkan, longsor kedua terjadi Selasa kemarin (20/5). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira