NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Hujan yang terjadi setiap hari di Kabupaten Nganjuk membuat beberapa petani waswas.
Salah satunya adalah petani bawang merah atau brambang. Karena brambang yang ditanam oleh petani jadi mudah terserang penyakit.
Seperti diketahui, Nganjuk seharusnya sudah memasuki musim pancaroba. Otomatis intensitas hujan akan menurun drastis.
Namun sebaliknya, hujan terus berlanjut. Justru, intensitas hujan masih saja tinggi di dua minggu terakhir.
Sukarno, petani asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor itu mengatakan hujan selama dua minggu terakhir ini membuat dia dan banyak petani lainnya ketakutan.
Karena brambang akan mudah terserang penyakit dan hama. “Kemarin senang sudah panas terus. Lah ini dua minggu terakhir hujan terus,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Sukarno menjelaskan, tanaman brambang miliknya jadi mudah terserang penyakit dan hama saat hujan.
Khususnya penyakit yang berasal dari jamur. Seperti layu fusarium, bercak ungu, hingga antraknosa.
Menurut Sukarno, penyakit-penyakit itu sangat merepotkan dirinya. Terlebih saat tanaman brambang miliknya hendak panen.
Karena ditakutkan penyakit tersebut membuat brambang miliknya mengalami busuk dan tidak bisa dipanen.
Oleh sebab itu, kemarin (23/5), Sukarno memilih cepat-cepat memanen brambang miliknya. Dengan alasan agar brambang miliknya tidak terkena penyakit dan gagal panen.
“Mending segera dipanen. Nanti nanam lagi sambil nunggu kemarau,” tambahnya.
Sedangkan untuk tanaman yang sudah terjangkit penyakit, Sukarno menyarankan untuk segera dilakukan pengobatan.
Caranya adalah dengan penyemprotan fungisida. Tentu penyemprotan itu akan menghabiskan biaya yang lebih banyak.
Namun jika tidak, bukan tidak mungkin penyakit akan menyebar dan menyebabkan gagal panen.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Itsna Shofiani mengatakan, musim penghujan membuat bawang merah jadi mudah terserang penyakit.
Terlebih penyakit yang berasal dari jamur. Oleh sebab itu, Itsna mengimbau kepada para petani untuk bersiap-siap dengan menyediakan pengobatan lengkap.
“Penyakit juga dapat dicegah dengan pemberian obat secara teratur dan terukur,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira