NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kasus salah amuk massa di Pasar Warujayeng belum menemui titik terang. Karena uang kompensasi yang diberikan pelaku ditolak keluarga Sunaji.
Rosi Armitasari, kuasa hukum Sunaji menjelaskan, pihaknya sudah melakukan mediasi kepada terduga pelaku yang ada di sekitar pasar Warujayeng saat kejadian.
"Kami sudah mediasi dengan beberapa pelaku di rumahnya Sunaji," ujarnya.
Dari hasil mediasi tersebut, Rosi menyebut, beberapa pelaku memberikan kompensasi kepada keluarga Sunaji.
Namun nominalnya jauh dari angka yang diharapkan keluarga. Sayang, Rosi enggan membeberkan nominal uang kompensasi yang diberikan.
"Pihak keluarga ya ingin kompensasi sesuai dengan apa yang mereka perbuat," paparnya.
Terlebih saat ini kondisi Sunaji semakin memprihatinkan. Ia lebih sering mengurung diri di kamar. Jika ada orang asing pun ia enggan menemui.
"Sekarang semakin parah, dia di kamar terus apalagi kalau pipis sembarangan," ungkap Rosi.
Setelah mediasi itu, Rosi masih akan meneruskan kasus tersebut ke jalur hukum. Sebab pihak pelaku belum memenuhi kewajibannya.
"Tetap saya lanjutkan, kasihan klien saya dilakukan seperti ini," ujarnya.
Rosi menyebut pihaknya akan kembali mendatangi Polres Nganjuk untuk mempertanyakan proses penyelidikan.
Hingga kini, Sunaji pun tidak bisa diajak komunikasi. Dia hanya berdiam diri di kamar. Hal itu membuat keluarga Sunaji kebingungan.
Sejak kejadian salah amuk massa di Pasar Warujayeng itu membuat mental Sunaji terganggu.
Bahkan sejak kepergian ibunya beberapa waktu lalu, Sunaji makin susah diajak komunikasi. Makan dan mandi pun enggan. (nov/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira