Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

 Atap Sekolah TK di Kemlokolegi Baron Nganjuk Roboh, KBM Sementara Dipindah ke Balai Desa

Karen Wibi • Rabu, 28 Mei 2025 | 15:30 WIB
TK Dharma Wanita Kemlokolegi Ambruk
TK Dharma Wanita Kemlokolegi Ambruk

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Atap TK Dharma Wanita di Desa Kemlokolegi, Kecamatan Baron ambruk pada Senin pagi (26/5). Penyebabnya adalah rangka atap yang sudah lapuk termakan usia. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

 Kejadian ambruknya atap TK itu diceritakan langsung oleh Kepala Desa Kemlokolegi Januar Arif Gunawan. Januar menjelaskan, robohnya atap sekolah itu mulai terlihat sejak tiga minggu lalu.

“Awal Mei itu sudah terlihat rusak. Sejak saat itu kegiatan belajar mengajar (KBM) dipindah ke balai desa,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

 Januar menceritakan, sekitar Februari, pihak desa sempat melakukan renovasi pada sekolah.

Pada renovasi itu, pihaknya melihat jika rangka pada atap sekolah sudah mulai lapuk. Namun karena tidak ada dana, maka perbaikan rencananya dilakukan di kemudian hari.

 Namun di awal Mei, kondisi atap kian parah. Bahkan, dari pandangan mata saja atap seperti akan roboh.

Sejak saat itu, kegiatan belajar mengajar (KBM) dipindahkan ke balai desa. Rencananya KBM akan berlangsung hingga pihak desa merampungkan perbaikan atap sekolah.

 Belum sempat diperbaiki, atap sekolah sudah ambruk terlebih dahulu. Kejadian itu berlangsung pada Senin (26/5) sekitar pukul 04.00 WIB.

Beruntung saat itu sekolah dalam keadaan kosong. Beruntung, tidak ada korban jiwa. “Atap yang ambruk lokasinya di ruang kelas,” imbuhnya.

 Setelah ambruk, pihak desa langsung memberikan garis pembatas. Tujuannya agar lokasi tersebut tidak dimasuki oleh masyarakat. Karena melihat dari kondisi saat ini, bukan tidak mungkin atap dapat rusak lebih parah.

 Sementara itu, Agung Sutrisno, 40, salah satu orang tua murid mengaku bersyukur sekolah tersebut sudah tidak digunakan sejak beberapa hari yang lalu.

Karena jika tidak, ada kemungkinan anaknya dan murid lain dapat menjadi korban.

“Untungnya ruang kelas sudah kosong tidak digunakan,” ujarnya.

 Kini, KBM diganti di balai desa. Tentu lokasi tersebut masih jauh dari kata layak. Oleh sebab itu Agung berharap agar perbaikan sekolah dapat dilakukan dalam waktu dekat.

“Balai desa tidak ada pagar. Banyak anak-anak yang main langsung ke jalan raya. Jadi saya khawatir,” keluhnya. (wib/tyo)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Lapuk #balai desa #baron #radar nganjuk berita hari ini #TK Dharma Wanita #ambruk #nganjuk #KBM #rangka atap