NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Kebakaran terjadi di pabrik wood pellet PT Rafansa Sukses Sejahtera, Desa Kuncir, Kecamatan Ngetos, kemarin (29/5). Api berkobar sekitar pukul 05.10 WIB.
Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, api pertama kali dilihat oleh Warto, satpam. Saat itu, Warto sedang berkeliling mengecek sekitar pabrik. Warto melihat kobaran api yang membesar di sekitar oven. Kobaran api membuat Warto panik.
Dia pun langsung menghubungi pemilik pabrik, Murtinem. Murtinem segera meminta bantuan Damkarmat Nganjuk.
Sebanyak dua mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memaddamkan api. Unit yang terlibat antara lain dari pos bantu Pace dan mako damkar.
“Kami menerima laporan pukul 05:26,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk Sujito.
Petugas bergerak cepat memadamkan titik api. Termasuk melakukan pendinginan guna mencegah api muncul kembali. Proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam.
Jito Damkar menyebut tidak ada kendala berarti dalam proses pemadaman. Api berhasil dijinakkan pukul 08.30 WIB. Penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Namun api berhasil membakar barang-barang yang ada di pabrik tersebut. Sehingga, menimbulkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.
“Kerugian sekitar Rp 50 juta,” paparnya.
Setelah memadamkan api di pabrik wood pellet, Damkarmat kembali mendapat laporan warga bahwa ada kebakaran elpiji di Desa Demangan, Kecamatan Tanjunganom. Anggota siaga 1 Pos Bantu Tanjunganom langsung bergerak menuju lokasi.
Jito Damkar menjelaskan, kebakaran tersebut terjadi di rumah milik Srini, 78. Saat itu, ia sedang memasak dan terdengar desisan dari regulator. Seketika api menyambar regulator tabung LPG.
Srini pun panik melihat api yang kian membesar, dia pun langsung berteriak meminta tolong kepada tetangga. Tetangga korban yang kaget langsung menghubungi damkar.
“Beruntung api dapat dipadamkan kurang dari 20 menit,” tambah Jito Damkar.
Lebih jauh, Jito Damkar mengingatkan agar warga selalu memeriksa kompor gas secara berkala sebelum digunakan. Jika mencium bau gas, segera matikan kompor dan buka jendela untuk ventilasi. (nov/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira