Novanda Nirwana• Minggu, 17 Agustus 2025 | 21:48 WIB
BERKAH KEMERDEKAAN: Bupati Marhaen Djumadi dan Wabup Trihandy Cahyo Saputro menyerahkan SK remisi pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Nganjuk kemarin.
Diduga Api Berasal dari ODGJ yang Membakar Sampah
NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Kebakaran rumah terjadi di Lingkungan Jarakan, Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk, Minggu pagi (17/8). Api yang berasal dari pembakaran sampah merembet hingga membakar rumah milik Ennyke Rizki Nurmalasari, 34, warga Lingkungan Jetis, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom.
Peristiwa itu dilaporkan ke Pos Damkar Nganjuk sekitar pukul 07.30 WIB. Dua unit armada, yakni 04 dan 06, langsung dikerahkan bersama personel mako ke lokasi kejadian. Mereka tiba lima menit setelah laporan masuk. “Api cepat berkobar karena kondisi cuaca cerah dan angin bertiup kencang," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari.
Informasi yang dihimpun, kebakaran bermula saat Nurhadi, tetangga yang diketahui memiliki riwayat orang dengan gangguan jiwa, membakar sampah di sekitar rumah. Diduga, percikan api merambat ke gudang rosok milik Gatot yang berada tak jauh dari lokasi. Api kemudian semakin membesar hingga menyambar ke rumah milik Ennyke dan Yoyok. "Ada 3 rumah yang terbakar cuma beberapa bagian saja yang terbakar," tambahnya.
Salah seorang warga yang melihat kobaran api segera melapor ke Damkarmat Nganjuk. Beberapa menit kemudian, petugas datang dan langsung melakukan pemadaman. Proses berlangsung lebih dari satu setengah jam."Api akhirnya dapat dikendalikan sekitar pukul 09.25 WIB," jelas Imam.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian mencapai Rp 27 juta. Meski sebagian bangunan ludes, petugas berhasil menyelamatkan aset senilai Rp 200 juta. Proses evakuasi barang-barang dilakukan secara bergotong-royong antara petugas, warga sekitar, dan perangkat desa. “Kalau tidak segera ditangani, kemungkinan besar api bisa merembet ke rumah-rumah lain,” tambahnya.
Selain petugas damkarmat, sejumlah Polsek Nganjuk, Bhabinkamtibmas, Babinsa Kelurahan Kramat, perangkat desa, serta warga sekitar juga membantu memadamkan apiPetugas melakukan langkah-langkah mulai dari analisa lokasi, pemadaman, pendataan, hingga memberikan sosialisasi kepada warga agar lebih waspada.
Imam kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan membakar sampah, apalagi di area pemukiman padat. Terlebih saat musim kemarau, angin kencang bisa mempercepat perambatan api. “Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan menyepelekan pembakaran sampah, karena bisa menimbulkan kebakaran besar seperti ini,” pungkasnya. (nov/tyo)