Dua Rumah di Mojoduwur Ngetos Ludes. Kerugian Korban Capai Ratusan Juta
Novanda Nirwana• Jumat, 12 September 2025 | 21:04 WIB
MEMBARA: Petugas Damkarmat Kabupaten Nganjuk berusaha memadamkan si jago merah yang melalap rumah warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos.
NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Kebakaran hebat kembali terjadi di Kabupaten Nganjuk. Dua rumah warga di Dusun Nitis, Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, ludes dilalap api pada Rabu siang (10/9). Peristiwa itu menimpa rumah milik Sumiati, 68, dan merembet ke rumah tetangganya, Noto Atmojo, 71. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 350 juta.
Informasi yang dihimpun wartawan Radar Nganjuk ini, api pertama kali muncul sekitar pukul 14.00 WIB dari bagian belakang rumah Sumiati. Bagian tersebut sehari-hari digunakan untuk menyimpan kayu bakar. Diduga kuat, api berasal dari konsleting listrik. Karena cuaca cerah disertai hembusan angin cukup kencang, api cepat membesar dan melahap seluruh bangunan rumah Sumiati.
Tak hanya itu, kobaran api merembet ke rumah milik Noto yang berada tepat di sebelah barat. Dalam waktu singkat, api membakar atap dan dinding rumah.“Kebakaran dilaporkan perangkat desa ke Call Center Damkar Nganjuk. Laporan masuk pukul 14.26 WIB,” terang Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.
Mendapat laporan itu, tim damkarmat langsung bergerak. Armada dari Pos Bantu Pace menjadi yang pertama tiba di lokasi sekitar pukul 14.38 WIB. Tidak lama kemudian, tambahan armada dari Mako Damkar dan Pos Rejoso juga datang untuk membantu proses pemadaman."Tiga unit mobil damkar dikerahkan sekaligus," paparnya.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api sulit dikendalikan. Petugas berjibaku bersama warga untuk memadamkan api dari berbagai sisi. Sekitar pukul 18.00 WIB, api akhirnya bisa dipadamkan sepenuhnya.
Imam menyebut, kebakaran tersebut akibat dari korsleting listrik. “Kami imbau masyarakat agar rutin mengecek instalasi listrik di rumah masing-masing, terutama yang sudah berusia lama," tambahnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 350 juta. Selain petugas damkar, proses pemadaman juga dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Mojoduwur, perangkat desa, serta warga sekitar. (nov/tyo)