NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Sutilah, 60, lanjut usia (lansia) Desa Kedungglugu, Kecamatan Gondang, kesakitan. Penyebabnya, jarinya bengkak. Karena cincin di jari manis Nur tidak bisa dilepas. Proses evakuasi dilakukan oleh personel Siaga 1 Pos Bantu Rejoso.
Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari dan membuat korban mengalami kesakitan serta ketakutan akibat jari yang semakin membengkak. Saat Sutilah datang ke Pos Bantu Tanjunganom, petugas mendapati kondisi jari korban sudah bengkak. Sehingga, membuat cincin sulit digerakkan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari menjelaskan, proses pelepasan cincin tidak berjalan mudah. Kondisi korban yang sudah lanjut usia membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati.
Petugas membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melepaskan cincin tersebut. “Korban dalam kondisi merintih kesakitan dan cukup ketakutan. Jarinya sudah bengkak sehingga cincin sulit dilepas. Petugas harus menenangkan korban terlebih dahulu agar tidak panik,” ujarnya.
Setelah itu, tim menggunakan alat pemotong khusus yang memerlukan proses perlahan untuk menghindari panas berlebih yang bisa memperparah pembengkakan. Proses pemotongan dilakukan secara perlahan. Hampir satu jam petugas berjibaku hingga akhirnya cincin berhasil dilepaskan dengan aman.
Korban langsung mendapatkan penanganan awal untuk mengurangi bengkak. Tidak ada luka serius, namun petugas mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat memakai cincin. Saat sudah terlalu sempit, maka harus segera dilepas. “Jangan menunggu sampai jari bengkak,” pungkasnya. (nov/tyo)
Editor : Miko