NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Warga Desa Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, gempar. Penyebabnya, seekor ular kobra berada di dalam rumah, Minggu (1/3). Reptil berbisa itu ditemukan bersembunyi di bawah mesin cuci milik Sri Wahyuningsih, 60, warga setempat.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00 WIB saat Sri tengah mencuci pakaian. Tanpa sengaja ia melihat ular berwarna gelap melingkar di bawah mesin cuci.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Gara-gara Sampah Bambu, Dam Kramat di Nganjuk Meluap hingga Rendam Jalan Tanjungrejo!
Menyadari bahaya yang mengancam, Sri segera memanggil anaknya untuk menghubungi Damkarmat pos Tanjunganom.
Petugas dari pos Tanjunganom pun langsung bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan. Satu unit mobil operasional diterjunkan bersama personel siaga 1. “Begitu menerima laporan, tim langsung menuju lokasi dan melakukan proses evakuasi sesuai standar penanganan satwa liar berbahaya,” ujar Kepala Damkarmat Nganjuk Imam Ashari.
Baca Juga: Viral Aksi Tanam Pisang dan Sebar Lele di Jalan Rusak, Bupati Marhaen Langsung Turun ke Desa Betet
Proses evakuasi berlangsung cukup hati-hati mengingat jenis ular yang ditemukan adalah kobra jawa, reptil berbisa yang berpotensi membahayakan keselamatan. Petugas terlebih dahulu mengamankan area sekitar untuk memastikan tidak ada warga yang mendekat. Dengan menggunakan alat penjepit khusus dan perlengkapan pelindung diri, ular berhasil dievakuasi tanpa menimbulkan korban. "Petugas menggunakan alat penjepit khusus," paparnya.
Keberadaan ular kobra di permukiman warga diduga dipicu oleh perubahan cuaca dan kondisi lingkungan yang memungkinkan reptil keluar dari habitatnya dan mencari tempat yang lebih hangat atau lembap.
Petugas mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat beraktivitas di area yang jarang dibersihkan atau memiliki banyak tumpukan barang. Jika menemukan satwa liar berbahaya, warga diminta tidak melakukan penanganan sendiri dan segera melapor ke petugas damkar setempat.
Setelah berhasil diamankan, ular kobra tersebut selanjutnya dibawa petugas untuk dilepasliarkan di habitat yang jauh dari permukiman penduduk.
Editor : rekian