NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Banjir terus menghantui warga Kabupaten Nganjuk. Pada Senin (2/3), Banjir terjadi di beberapa titik di Kota Angin. Salah satu penyebabnya adalah air Sungai Kuncir meluap.
Pantauan wartawan koran ini, pada Senin, hujan deras mengguyur Kecamatan Nganjuk, Loceret, Berbek, Ngetos, Sawahan, dan sekitarnya. Hujan deras itu mengguyur sejak siang hingga malam hari.
Dalam hitungan jam saja, debit air di Sungai Kucnir langsung meningkat. Menyebabkan air meluap di beberapa titik. Salah satunya seperti yang terjadi di Dam Tanjungrejo yang ada di Kecamatan Loceret.
“Air sudah meluap sejak sore. Sekitar jam 17.00 WIB,” ujar Jumadi, 46, warga Kelurahan Ploso, Kecamatan Nganjuk.
Jumadi mengatakan, setiap hujan deras, dirinya selalu mengecek Dam Tanjungrejo. Sore itu, sembari menunggu berbuka puasa, dirinya datang ke dam. Tujuannya untuk melihat kondisi Dam Tanjungrejo saat hujan deras.
Dugaannya benar, debit sungai meningkat. Tidak hanya itu, pintu air dam juga tertutup banyak pepohonan dan sampah lainnya. Akibatnya air sampai meluber ke jalan raya.
“Banjir kemarin cukup parah. Soalnya air sampai tumpah ke jalan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, penyebab meluapnya air Sungai Kuncir di Dam Tanjungrejo adalah banyaknya sampah. Sampah yang terdiri dari pohon bambu dan ranting pohon itu menyebabkan akses air tersumbat. Akibatnya, air sungai meluber hingga membanjiri jalan hingga rumah di sekitar dam.
“Banyak pohon yang menyumbat jalannya air,” ujarnya.
Karena kejadian itu, pada Senin malam, Marhaen langsung terjun ke lokasi kejadian. Di sana Marhaen memerintahkan beberapa dinas untuk melakukan pembersihan pada sampah yang menyumbat dam. Setidaknya Marhaen mengerahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nganjuk, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Gara-gara Sampah Bambu, Dam Kramat di Nganjuk Meluap hingga Rendam Jalan Tanjungrejo!
Proses pembersihan sampah langsung dikebut malam itu juga. Setelah sampah terangkat, aliran air kembali lancar. Air yang sempat membanjiri sekitar lokasi kejadian juga langsung ikut turun. Bebarengan dengan itu petugas dari Damkarmat Nganjuk juga langsung melakukan pembersihan jalan yang dipenuhi lumpur.
Meski tak lagi banjir, menurut Marhaen, petugas masih berjaga-jaga di Dam Tanjungrejo. Bahkan proses pembersihan sampah-sampah yang menutup pintu air masih dilakukan hingga pagi kemarin (3/3).
“Kami masih berjaga-jaga jika hujan deras kembali menerjang Dam Tanjungrejo,” tambahnya.
Editor : rekian