Ledakan Petasan di Kertosono Nganjuk Membuka Kembali Luka Lama Insiden Ngronggot Satu Tahun Silam
rekian• Selasa, 10 Maret 2026 | 09:27 WIB
ILUSTRASI PETASAN
NGANJUK, Radar Nganjuk– Tragedi memilukan akibat serbuk petasan kembali menghantui warga Kota Angin. Belum genap satu tahun mengingat masyarakat mengingat kejadian maut di Kecamatan Ngronggot yang merenggut nyawa bocah 9 tahun pada 25 Maret 2025 lalu, kini peristiwa serupa kembali terulang. Senin malam (9/3), ledakan mercon melukai empat orang di Dusun Jabon, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.
Peluncuran yang terjadi di tengah suasana menjelang Ramadhan ini menghasilkan pencahayaan yang keras. Meski sosialisasi dan razia kerap digelar, nyatanya aktivitas pembuatan "bom kertas" ini masih produktif di sudut-sudut desa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya sampah kertas bekas gulungan mercon yang berserakan di sekitar lokasi kejadian.
Camat Kertosono, Widi Cahyono, saat dikonfirmasi Radar Nganjuk membenarkan peristiwa nahas tersebut. Ia menyebutkan bahwa seluruh korban saat ini sudah mendapatkan perawatan medis intensif.
Benar, ada kejadian tersebut. Total ada empat orang korban dan semuanya langsung dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka, ujar Widi kemarin.
Keempat korban yang diketahui merupakan warga satu dusun yang tengah beraktivitas dengan bahan peledak tersebut adalah MRA, FF, SR, dan AG. Mereka semua adalah warga Dusun Jabon, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono.
Fenomena mercon ini menunjukkan bahwa masyarakat belum sepenuhnya mendapatkan efek jera. Kertas-kertas bekas gulungan mercon yang kerap ditemukan di daerah persawahan dan tempat sepi di desa menjadi bukti bisu bahwa produksi bahan peledak low-explosive ini masih dianggap sebagai "tradisi" tahunan, meskipun taruhannya adalah nyawa.
Pihak kepolisian pun terus mendalami asal-usul bubuk mesiu yang didapat oleh para pemuda tersebut. Tragedi Ngronggot tahun lalu seharusnya menjadi pelajaran berharga agar tidak ada lagi nyawa yang melayang sia-sia di ujung sumbu petasan.