Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Update Ledakan Petasan di Kertosono Nganjuk: Begini Kondisi 4 Pelajar SMP yang Jadi Korban Ledakan di Desa Drenges

Novanda Nirwana • Rabu, 11 Maret 2026 | 17:49 WIB

polisi memasang police line
polisi memasang police line

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Warga Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, dikagetkan dengan suara dentuman keras pada Senin malam (10/3). Ledakan yang diduga berasal dari petasan itu menyebabkan empat remaja mengalami luka-luka. Dua di antaranya harus mengalami luka serius.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, tak lama setelah warga melaksanakan salat tarawih. Dentuman keras yang tiba-tiba terdengar membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk memastikan sumber suara.

Ketua RT 2 RW 6 Desa Drenges Rendi Diantoko, 38, mengatakan ledakan itu terjadi di area dekat kandang sapi milik Fatoni, orang tua salah satu korban.

“Kejadiannya sekitar pukul 21.30 WIB. Warga yang dengar suara ledakan keras sekali,” ujarnya.

Menurut Rendi, suara ledakan terdengar sangat kuat hingga diperkirakan dapat terdengar dalam radius cukup jauh. Warga sekitar yang mendengar suara dentuman langsung berkerumun menuju lokasi kejadian.

“Suara ledakannya terdengar sekitar 7 sampai 8 kilometer,” ujarnya.

Setelah mendatangi lokasi, warga mendapati empat remaja dalam kondisi terluka. Keempat korban diketahui berinisial Moh Raffi Aprilansa, Fakim Fitohari, Septian Rangga, dan Abdul Gofur. Mereka merupakan warga Dusun Jabon, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono.

Seluruh korban masih berusia sekitar 15 tahun atau kelahiran tahun 2011. Mereka diketahui berteman dekat dan juga tinggal bertetangga.

Akibat ledakan tersebut, dua remaja mengalami luka ringan. Sementara dua korban lainnya mengalami luka berat. Salah satu korban yang kondisinya cukup parah adalah Rangga.

“Empat korban ini teman satu sama lain dan juga tetangga,” jelas Rendi.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan membawa para korban ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Pantauan wartawan koran ini di lokasi kejadian, area di samping kandang sapi tempat diduga meracik mercon tampak berantakan. Sebagian, bangunan terlihat rusak akibat ledakan. Sementara bagian atap kandang juga terlihat roboh.

Selain itu, di sekitar lokasi juga ditemukan banyak pecahan kertas yang diduga merupakan sisa bahan pembungkus mercon yang ikut terpental saat ledakan terjadi.

Warga sekitar mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas meracik mercon di lokasi tersebut sebelumnya.

“Warga juga tidak tahu kalau ada yang meracik mercon di situ,” tambah Rendi.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi mengatakan, kejadian bermula saat keempat korban mengambil bahan obat mercon yang sebelumnya telah diracik, yakni campuran KCLO sekitar 250 gram, belerang 150 gram, serta aluminium powder atau bubuk mercon sekitar 500 gram.

“Bahan tersebut diketahui dibeli melalui TikTok Shop menggunakan akun salah satu remaja tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, keempatnya juga telah menyiapkan gulungan kertas yang akan digunakan sebagai wadah mercon di rumah dua rekannya.

Selanjutnya mereka membawa bahan tersebut ke belakang kandang sapi milik Fatoni di RT 02 RW 06 Dusun Jabon untuk dirakit menjadi petasan.

Saat proses pengisian mercon berlangsung, salah satu remaja mengisi bubuk mercon dengan cara memukul bagian bawah gulungan kertas. Diduga akibat gesekan atau tekanan tersebut, bahan mercon tiba-tiba meledak.

Ledakan itu menyebabkan dua remaja mengalami luka bakar cukup serius. Korban Abdul Qhofur mengalami luka bakar sekitar 42 persen, sementara Septian Rangga mengalami luka bakar sekitar 40 persen.

“Keduanya kini menjalani perawatan intensif di RSUD Kertosono,” tambahnya.

Sementara dua korban lainnya, yakni Raffi dan Fakim mengalami luka lebih ringan. Salah satu di antaranya menjalani rawat jalan setelah mendapat penanganan medis.

Petugas kepolisian kemudian membawa dua remaja yang tidak mengalami luka berat beserta barang bukti ke Polsek Kertosono untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Hingga kini masih dilakukan penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Editor : rekian
#Kecamatan Kertosono #ledakan petasan #korban pelajar sekolah #Kabupaten Nganjuk #petasan meledak #Desa Drenges #mercon