Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Petaka Ledakan Petasan di Kertosono Nganjuk! 4 Siswa SMP Asal Drenges Tak Bisa Gunakan BPJS

Novanda Nirwana • Kamis, 12 Maret 2026 | 04:18 WIB

polisi memasang police line di dekat lokasi ledakan mercon
polisi memasang police line di dekat lokasi ledakan mercon

NGANJUK, JP Radar Nganjuk –Keluarga korban ledakan petasan di Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, harus merogoh kocek dalam-dalam. Karena biaya perawatan korban ledakan petasan ini tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Nganjuk Frisca Prasetyo Wibowo mengatakan, dalam Perpres Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, Pasal 52 menyebutkan bahwa gangguan kesehatan akibat sengaja merugikan diri sendiri atau melakukan hobi/aktivitas berbahaya yang membahayakan diri sendiri tidak dijamin.

"BPJS tidak menentukan boleh atau tidaknya. Tapi, regulasinya sudah ada di peraturan presiden dan peraturan menteri kesehatan. Kami hanya menjamin pelayanan kesehatan yang memang sesuai dengan aturan," jelasnya.

Prasetyo menambahkan, jika suatu kejadian menyalahi ketentuan yang ada, maka BPJS Kesehatan tidak dapat memberikan jaminan pembiayaan.

"Kalau menyalahi aturan ya mohon maaf kami tidak bisa menjamin. Secara logika juga sudah tahu main mercon itu berbahaya, tapi membuat mercon," ujarnya.

Perlu diketahui, aktivitas berbahaya yang dimaksudkan termasuk tindakan ilegal, seperti menyalakan atau meracik petasan atau mercon.

“Menyalakan petasan atau mercon itu juga termasuk aktivitas berbahaya dan bisa masuk tindakan ilegal. Jadi, itu tidak dijamin,” imbuhnya.

Selain itu, pihak BPJS Kesehatan juga menyoroti pentingnya pengawasan dari orang tua. Mengingat para korban dalam kejadian tersebut masih berusia pelajar.

Menurutnya, anak-anak pada usia tersebut kecil kemungkinannya melakukan aktivitas berbahaya tanpa adanya kelalaian dalam pengawasan.

"Anak kecil itu tidak mungkin bisa mengurus dirinya sendiri. Pasti ada faktor kelalaian orang tua. Jadi masyarakat juga harus memahami bahwa petasan utama itu berbahaya. Pengawasan tetap di orang tua," ujarnya.

Perlu diketahui, empat pelajar warga Dusun Jabon, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono mengalami luka-luka akibat ledakan obat mercon yang terjadi di belakang kandang sapi milik warga pada Senin malam (9/3).

Dua korban mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kertosono, sementara dua lainnya mengalami luka lebih ringan. Didekatinya juga sempat menggegerkan warga sekitar karena suara dentumannya yang sangat keras.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi mengatakan, hingga kemarin, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mendalami peristiwa tersebut. “Saat ini masih dalam proses penyelidikan. Dua korban juga masih menjalani perawatan di rumah sakit sehingga kami masih menunggu perkembangan kondisi mereka,” ujarnya. 

Editor : rekian
#Kecamatan Kertosono #bpjs #ledakan petasan #memakan korban #Desa Drenges