Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Krisis Saluran Air, SDN 1 Sukomoro Nganjuk Kembali Terendam Banjir

Karen Wibi • Selasa, 17 Maret 2026 | 20:17 WIB

 

Seorang guru saat mengecek ruang guru di SDN 1 Sukomoro yang terdampak banjir
Seorang guru saat mengecek ruang guru di SDN 1 Sukomoro yang terdampak banjir

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Nganjuk pada Minggu sore (15/3) membuat SDN 1 Sukomoro tergenang. Menurut Plt Kepala SDN 1 Sukomoro Biyeti Trilistiana, sekolah yang dipimpinnya sudah tergenang air sejak Minggu malam. “Malam hari saya dikabari oleh wali kelas kalau sekolahan banjir,” katanya kemarin (16/3).

          Biyeti menerangkan, beberapa waktu sebelumnya, sekolah yang dipimpinnya juga sering mengalami banjir. Namun, banjir tak pernah separah seperti saat ini. Karena biasanya, pada pagi harinya, air pasti sudah surut. Namun pagi kemarin, saat guru hendak melakukan absensi, sekolah masih banjir.

Baca Juga: Hati-hati saat Mudik! Pengemudi Panther Tewas Usai Tabrak Kontainer di Kediri

          Tinggi simpanan udara bervariasi. Mulai dari sekitar 10 sentimeter (cm) hingga sekitar 40 cm. Genangan air itu hingga masuk ke beberapa ruangan. Salah satunya ruang guru, ruang kepala sekolah, hingga perpustakaan. “Ruang kelas malah aman karena ketinggian yang lebih tinggi dibandingkan genangan,” tambahnya.

          Beruntungnya, pagi kemarin, seluruh siswa sudah diliburkan. Mereka libur selama dua minggu dalam rangka libur Lebaran. Hanya guru-guru yang masih masuk hingga hari ini (17/3). “Walaupun muridnya libur, para guru tetap masuk sampai besok (hari ini, Red),” imbuh Biyeti.

Baca Juga: Antisipasi Macet Mudik, Polisi Pasang Tali Tolo-Tolo di Simpang Empat Pace Nganjuk

          Lalu apa penyebab banjir yang terjadi di SDN 1 Sukomoro? Menanggapi pertanyaan itu, Biyeti mengatakan, banjir terjadi karena posisi sekolah yang lebih rendah dibandingkan dengan tanah di sekitar. Selain itu, tidak ada saluran pembuangan air di sekolah. Alhasil air yang masuk ke sekolah hanya bisa diserap tanah. Sayangnya, saat hujan deras, udara menggenangi sekolah.

          Tentu kondisi itu akan merepotkan pihak sekolah. Terlebih lagi beberapa hari lagi tes kemampuan akademik (TKA) akan diadakan di sekolah tersebut. Biyeti berharap agar pemerintah dapat segera melakukan tindakan di sekolah tersebut. Salah satunya dengan membuat saluran pembuangan udara. “Semoga segera ada perbaikan saluran air di sekolah ini,” harap Biyeti.

Baca Juga: Update Cuaca Hari Ini: BPBD Nganjuk Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam 11 Kecamatan

          Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Sutomo mengatakan, ada beberapa bencana alam yang terjadi pada Minggu sore (15/3). Sutomo mencatat ada 10 kejadian yang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi pada hari itu. Dua kejadian terjadi di Kecamatan Nganjuk. Sedangkan delapan lainnya terjadi di Kecamatan Sukomoro. “Salah satunya banjir yang terjadi di SDN 1 Sukomoro,” ujarnya.

          Setelah ada informasi banjir, BPBD langsung melakukan asesmen. Asesmen itu dilakukan untuk melihat kondisi banjir di sekolah. Hasilnya, menurut Sutomo, harus ada perbaikan yang dilakukan pada saluran pembuangan udara di sekolah tersebut. “Kami akan melanjutkan ke OPD terkait agar segera ada perbaikan,” tambahnya. 

 

 

Editor : rekian
#sukomoro #sekolah dasar #banjir #nganjuk #Drainase Air