Berita Seputar Nganjuk Hukum & Kriminal Politik & Pemerintahan Peristiwa Olahraga Opini Seni & Budaya Wisata & Kuliner Gaya Hidup Khazanah Kesehatan

Jelang Hari Lebaran, Dua Insiden Tertemper Kereta Api di Nganjuk dan Kediri

rekian • 2026-03-20 04:08:46

WASPADA: Petugas melakukan pengawasan di rel kereta api.
WASPADA: Petugas melakukan pengawasan di rel kereta api.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Peringatan keras bagi para pengendara yang kerap nekat menerobos palang pintu perlintasan kereta api (KA). Kamis malam (19/3), sebuah sepeda motor disambar KA 71 (Mutiara Selatan) di perlintasan sebidang JPL 90 emplasemen Stasiun Baron.

Nahasnya, petaka ini terjadi hanya berselang kurang dari sejam setelah insiden serupa di wilayah Kediri.

Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun, Tohari, tak bisa menyembunyikan keprihatinannya atas dua insiden beruntun tersebut.

Ia membeberkan, kecelakaan di Baron terjadi sekitar pukul 19.34 WIB. Padahal, saat itu palang pintu perlintasan sudah ditutup rapat oleh petugas.

"Kendaraan (sepeda motor, Red) diketahui menerobos perlintasan yang palang pintunya sudah dalam kondisi tertutup," terang Tohari.

Masinis sebenarnya sudah menjalankan prosedur keselamatan dengan membunyikan semboyan 35 (klakson lokomotif) berulang kali. Namun karena tidak diindahkan, insiden tidak dapat dihindari.

Akibat ulah nekat pemotor tersebut, perjalanan KA Mutiara Selatan sempat tertahan dan mengalami keterlambatan jadwal hingga 11 menit.

Mirisnya, kejadian di Baron malam itu bukanlah satu-satunya petaka. Belum genap satu jam sebelumnya, tepatnya pada pukul 18.54 WIB, KA 408 (Commuter Line Dhoho) juga menabrak Orang Tidak Dikenal (OTK) di Km 184+800, masuk petak jalan antara Kediri – Ngadiluwih.

Sama seperti di Baron, peringatan klakson dari masinis tak digubris oleh korban. Imbasnya, perjalanan KA lokal tersebut telat 2 menit.

Terkait rentetan kejadian ini, Tohari kembali memberikan warning keras kepada masyarakat luas.

"Pada prinsipnya, jalur kereta api merupakan area steril yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta api.

Segala bentuk aktivitas masyarakat di jalur rel sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan," tegas pria ramah ini.

Menjelang momentum arus Mudik 2026 yang kian dekat, KAI Daop 7 Madiun mewanti-wanti warga untuk tidak main-main dengan keselamatan di jalan raya maupun di sekitar rel.

Tohari menjabarkan tiga aturan mutlak: larangan beraktivitas di jalur KA, wajib mendahulukan perjalanan KA di perlintasan sebidang, dan pantang menerobos palang pintu yang sudah mulai ditutup.

Untuk mencegah jatuhnya korban sia-sia, KAI terus menggemakan kampanye keselamatan lewat slogan #BERTEMAN (Berhenti, Tengok Kiri-Kanan, Aman, Berjalan).

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan. Disiplin dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di perlintasan maupun di jalur rel. Mari bersama meraih kemenangan di momen mudik nanti dengan perjalanan yang aman dan selamat," pungkas Tohari.

Editor : rekian
#palang pintu #kediri #DAOP 7 #hari lebaran #baron #perlintasan kereta api #nganjuk #kereta api