NGANJUK, JP Radar Nganjuk –Apes dialami Mughni, 65, warga Desa Macanan, Kecamatan Loceret. Mobil Daihatsu Espass bernopol AG 1847 WM yang dikemudikannya ludes dilalap api di Jalan Raya Nganjuk–Kediri, tepat di Kecamatan Loceret, Selasa (17/3) malam.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB itu sempat menjadi tontonan warga dan pengguna jalan. Sejumlah orang bahkan mengabadikan detik-detik kebakaran minibus keluaran 1997 itu.
Diketahui, sebelum insiden terjadi, Mughni hendak menjemput anak dan menantunya yang mudik dari Jakarta. Keduanya direncanakan turun di sekitar Exit Tol Nganjuk. Namun, rencana tersebut gagal setelah mobil yang dikendarainya terbakar di tengah perjalanan.
Saat kejadian, Mughni tidak sendirian. Dia ditemani cucu laki-lakinya yang masih belia. Keduanya selamat tanpa luka setelah berhasil keluar dari kendaraan sebelum api membesar.
Mughni menuturkan, awalnya tidak ada tanda-tanda kerusakan pada mobilnya. Bahkan sehari sebelumnya kendaraan itu dipakai perjalanan jauh tanpa kendala.
“Tidak ada masalah sama sekali. saya sempat membawa mobil ke Surabaya juga tidak ada gangguan pada mesin,” ujarnya.
Namun, setibanya di lokasi kejadian, ia melihat asap muncul area bagasi. Tak lama kemudian, percikan api terlihat dari bawah mobil.
“Api kemungkinan muncul dari bawah mobil. Sebelum api membesar, saya menepikan kendaraan. Saya dan cucu langsung bergegas keluar mobil,” ungkapnya.
Api dengan cepat membesar dan melalap seluruh bodi kendaraan. Tak ada barang yang sempat diselamatkan, termasuk dokumen penting milik korban.
Peristiwa tersebut langsung dilaporkan warga ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk. Satu unit armada dari Pos Pace diterjunkan ke lokasi.
Kepala Damkarmat Nganjuk, Imam Ashari, mengatakan petugas segera melakukan pemadaman setibanya di lokasi. Proses penanganan juga dibantu personel TNI dan Polri.
“Pemadaman selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka,” terangnya.
Ia menyebut, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik pada kendaraan. Berutung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 40 juta.
Editor : rekian