RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah gudang penyimpanan barang rongsokan (rosok) milik Achmad Syukur (78) di Lingkungan Jlumpang, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Nganjuk, pada Kamis (2/4) malam. Amukan si jago merah yang begitu cepat membesar meluluhlantakkan bangunan beserta seluruh isinya. Meski tak menelan korban jiwa, kerugian materiil akibat insiden nahas ini ditaksir menyentuh angka Rp 350 juta.
Petaka itu bermula sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Achmad Syukur tengah berada di area garasi belakang rumahnya. Tanpa diduga, ia mendapati kepulan asap pekat menyeruak dari arah gudang penyimpanan rosok yang letaknya masih satu pekarangan, tepatnya di sisi selatan rumah utama.
Baca Juga: Apes! Mobil Kakek 65 Tahun Asal Macanan Hangus Terbakar di Loceret
Penasaran bercampur panik, kakek tersebut lantas bergegas mengecek sumber asap. Benar saja, saat tiba di lokasi, kobaran api ternyata sudah membesar dan rakus melahap tumpukan karung berisi barang-barang bekas serta satu unit mesin pres kertas yang ada di dalam gudang.
Menyadari bahaya di depan mata, korban awalnya mencoba memadamkan api secara mandiri. Ia memutus aliran listrik di sekitar gudang dan berusaha menyiramkan air menggunakan selang seadanya. Sayangnya, upaya manual itu sia-sia. Hembusan angin malam yang cukup kencang membuat kobaran api kian beringas dan menjalar dengan cepat ke material lain.
Baca Juga: Geger Sungai Sekarputih Nganjuk! Balita 5 Tahun Tewas Tenggelam
Dalam situasi mendesak, korban yang menyadari api tak mungkin dijinakkan sendiri, langsung memprioritaskan penyelamatan aset dengan mengevakuasi sejumlah kendaraan dari dalam gudang. Usai menyelamatkan kendaraan, ia lantas meminta bantuan perangkat desa setempat untuk meneruskan laporan darurat tersebut ke pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari, mengonfirmasi kejadian tersebut. "Begitu menerima laporan, personel dari Mako dan Pos Rejoso langsung kami luncurkan ke lokasi dengan mengerahkan tiga unit armada tempur," terangnya.
Baca Juga: Nahas! Terpeleset di Sungai, Balita 5 Tahun Asal Sekarputih Meninggal Dunia9
Setibanya di lokasi kejadian, petugas langsung berjibaku memblokir pergerakan api sekaligus melakukan pembasahan. Namun, proses pemadaman nyatanya tak berjalan mulus. Banyaknya tumpukan material yang sangat mudah terbakar di dalam gudang, seperti kertas dan plastik bekas, membuat petugas harus bekerja ekstra keras.
"Api baru berhasil kami kuasai dan benar-benar dipadamkan sekitar pukul 22.40 WIB. Anggota kami harus melakukan pemadaman intensif selama lebih dari dua setengah jam," papar Imam Ashari menjelaskan kendala di lapangan.
Baca Juga: Jelang Hari Lebaran, Dua Insiden Tertemper Kereta Api di Nganjuk dan Kediri
Imam memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah kebakaran tersebut. Namun, seluruh aset di dalam gudang tak bisa diselamatkan dan hangus menjadi arang, termasuk mesin pres kertas operasional dan tumpukan barang rongsokan yang sebenarnya sudah siap jual. "Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 350 juta," jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap kepastian penyebab munculnya titik api.
Baca Juga: Tradisi Bagi-Bagi Uang: Simbol Berbagi Kebahagiaan di Hari Raya
Terkait insiden ini, pihak Damkarmat mengimbau masyarakat luas untuk lebih waspada dan meningkatkan kehati-hatian, terutama bagi mereka yang memiliki atau mengelola bangunan tempat penyimpanan material yang mudah terbakar. "Rutinlah melakukan pengecekan dan peremajaan instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha guna meminimalisasi potensi korsleting yang sering kali menjadi biang kerok terjadinya kebakaran," pungkas Imam.
Editor : rekian