RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM- Warga Desa Gondangkulon, Kecamatan Gondang, Kabupaiten Nganjuk gempar. Penyebabnya, seorang lansia yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, kemarin (8/4). Korban diketahui bernama Lasidi, 74, yang tinggal seorang diri.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 09.00 WIB, setelah seorang warga yang menjadi saksi mendatangi rumah korban. Sekitar pukul 08.30 WIB, saksi tersebut hendak berkunjung ke rumah Lasidi. Namun, pintu depan dalam kondisi tertutup dari dalam.
Karena tidak mendapat respons, saksi kemudian berinisiatif masuk melalui pintu belakang yang ternyata tidak terkunci. “Saat berada di dalam rumah, saksi mencium bau tidak sedap yang menyerupai bau bangkai,” ujar Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi.
Curiga dengan kondisi tersebut, saksi langsung memeriksa ke bagian ruang tamu. Di lokasi itu, korban ditemukan dalam posisi tidur miring dengan kepala menghadap ke arah utara. “Saat ditemukan, korban diduga sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Fajar.
Mengetahui hal tersebut, saksi segera keluar rumah dan memanggil warga lain untuk memastikan kondisi korban. Setelah dilakukan pengecekan bersama, korban dipastikan telah meninggal dunia.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Bhabinkamtibmas Desa Gondangkulon. “Laporan selanjutnya ditindaklanjuti oleh petugas Polsek Gondang,” ujar Fajar.
Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk dilakukan visum.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban diketahui tinggal seorang diri atau sebatang kara. Selain itu, korban juga memiliki riwayat penyakit jantung yang telah lama diderita.
Kepala RS Bhayangkara Nganjuk AKBP drg. Wahyu Ari Prananto mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban memang memiliki riwayat penyakit. “Dari hasil evakuasi dan pemeriksaan, korban memiliki riwayat sakit dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” pungkasnya.
Editor : rekian