RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM– Identitas mayat laki-laki yang ditemukan hanyut di Sungai Kuncir, Desa Kuncir, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Abdur Rohman, 35, warga Desa Salamrojo, Kecamatan Berbek, Nganjuk.
Penemuan jasad yang sudah dalam kondisi kaku dan tidak berpakaian ini sempat membuat geger warga sekitar. Namun setelah dilakukan identifikasi, pihak kepolisian memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat kecelakaan, bukan tindak kriminal.
Pejabat Sementara Kanit Reskrim Polsek Ngetos, Aiptu Hadi Prayitno, menjelaskan bahwa jasad Abdur Rohman telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Yang bersangkutan merupakan pasien keterbelakangan mental di RSUD Nganjuk. Kami pastikan beliau meninggal karena terpeleset saat mandi di sungai," ujar Hadi, Minggu (12/4).
Menurut keterangan keluarga, korban pamit keluar rumah sekitar pukul 16.00 WIB sehari sebelumnya, namun tidak kunjung pulang. Diduga pada Sabtu (11/4) sore, Abdur Rohman pergi mandi ke Sungai Kuncir. Saat asyik mandi, ia diduga terpeleset dan hanyut terbawa arus.
Tidak ada satu pun saksi yang melihat kejadian nahas tersebut. Jasad korban baru ditemukan keesokan harinya, Minggu pagi sekitar pukul 05.30 WIB, tersangkut di bebatuan di tengah sungai, tepatnya di selatan jembatan Desa Kuncir.
"Tadi ketemunya sekitar pukul 05.30 di selatan jembatan. Kondisinya sudah kaku dan tidak pakai baju," ujar Anto, seorang warga setempat yang pertama kali melihat penemuan jasad.
Hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban menemukan beberapa luka lecet di bagian tubuh, termasuk di area pelipis. Namun Hadi menegaskan luka tersebut diduga akibat benturan dengan bebatuan saat hanyut, bukan karena penganiayaan.
"Kami pastikan tidak ada tanda-tanda kriminalitas. Korban murni meninggal karena terpeleset dan tenggelam," tegasnya.
Sebelum diserahkan ke pihak keluarga, jasad Abdur Rohman sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk menjalani proses identifikasi dan visum. Setelah dinyatakan tidak ada unsur pidana, jenazah langsung dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Salamrojo, Kecamatan Berbek, untuk dikebumikan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga sekitar untuk lebih waspada, terutama terhadap anggota keluarga dengan kondisi khusus yang beraktivitas di sekitar aliran sungai saat musim penghujan.
Editor : rekian