NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Aksi nekat ditunjukkan seorang pengendara sepeda motor saat operasi gabungan di ruas Jalan Embat-embat, Kecamatan Pace, kemarin (27/4). Pengendara yang tidak memakai helm itu mencoba menerobos petugas yang berusaha menghentikannya. Bahkan, sepeda motor yang dikendarai nyaris menabrak petugas. Beruntung, petugas sigap menghindar dan langsung menghentikan sepeda motor pelaku. Setelah dilakukan pemeriksaan, pengendara diketahui tidak membawa STNK, SIM C, dan tidak memakai helm. Akibatnya, sepeda motor yang dikendarai langsung diamankan sebagai barang bukti. “Kami amankan motornya,” ujar Kanit Turjawali Satlantas Polres Nganjuk Iptu Gunawan.
Operasi gabungan ini melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk bersama Satlantas Polres Nganjuk. Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai aspek. Mulai dari kendaraan over dimension over loading (ODOL), kelayakan jalan kendaraan, uji KIR atau uji mati, pelanggaran rambu lalu lintas, hingga kelengkapan surat-surat kendaraan.
“Pemeriksaan ini untuk memastikan seluruh kendaraan yang beroperasi memenuhi standar keselamatan. Selain itu, juga untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas,” ujar Kasi Angkutan Orang pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk Arti Wahyuningsih.
Dari hasil operasi, sebanyak 116 kendaraan diperiksa. Dari jumlah tersebut, 10 kendaraan terbukti melakukan pelanggaran dan langsung dikenai sanksi tilang.
“Tiga kendaraan lainnya diberikan surat panggilan untuk menjalani uji KIR karena tidak memenuhi persyaratan kelayakan jalan,” tambahnya.
Arti menegaskan, kendaraan yang tidak laik jalan berpotensi besar menyebabkan kecelakaan. Karena itu, uji KIR menjadi hal wajib yang harus dipenuhi oleh kendaraan angkutan, khususnya kendaraan barang dan penumpang.
Selain penindakan, operasi ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Pengendara diimbau untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan aman sebelum digunakan.
Pihaknya memastikan kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala di sejumlah titik rawan pelanggaran. Langkah ini sebagai upaya meningkatkan disiplin masyarakat sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Nganjuk. (nov/tyo)
Editor : rekian