Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Korban Ledakan Mercon Kritis, Bingung Biaya karena Tak Ditanggung BPJS

Novanda Nirwana • Rabu, 20 Mei 2026 | 19:27 WIB

 

Camat Patianrowo Tri Hatmanto Wibowo dan Kepala Desa Rowomarto Isnu Widiatno mengunjungi rumah Moch Sukar
Camat Patianrowo Tri Hatmanto Wibowo dan Kepala Desa Rowomarto Isnu Widiatno mengunjungi rumah Moch Sukar

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Moh. Sukar, 37, warga Dusun Bakalan, Desa Rowomarto, Kecamatan Patianrowo kritis kemarin. Bujangan tersebut mengalami luka bakar akibat terkena ledakan petasan pada Minggu siang (17/5). Luka bakar yang dialami Sukar mencapai 75 persen. Sehingga, dia harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kertosono. “Sebenarnya mau dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya tetapi keluarganya bingung biaya perawatan,” ujar Kepala Desa Rowomarto M. Isnu Widiatno kemarin.

Menurut Isnu, perawatan Sukar tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Karena korban terkena ledakan petasan. Padahal, masyarakat sudah memahami jika korban ledakan petasan tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Karena dengan sengaja membahayakan diri sendiri dan orang lain. Tindakan membuat dan menyalakan petasan juga melanggar hukum.

Isnu mengatakan, Sukar selama ini dikenal suka membuat petasan. Biasanya, dia menyalakan petasan saat Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Karena minggu depan, umat Islam akan merayakan Idul Adha, Sukar diperkirakan membuat petasan itu.

Perlu diketahui, pada Minggu (17/5) sekitar pukul 12.30 WIB, rumah Sukar hancur. Peyebabnya, petasan yang dibuatnya meledak. Suara ledakan yang sangat keras membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah. Bahkan, dentuman terdengar hingga beberapa ratus meter dari lokasi kejadian. Banyak warga awalnya mengira suara tersebut berasal dari petir atau ledakan trafo listrik.

Suwaji, 68, tetangga korban, mengaku kaget. Saat itu, dia sedang beristirahat. Dia sempat terkejut mendengar dentuman keras yang tiba-tiba mengguncang lingkungan sekitar. “Waktu itu saya pas tidur, tiba-tiba ada suara keras sekali. Saya pikir suara geludug, tapi kok cuacanya panas,” ujarnya.

Karena penasaran, Suwaji langsung keluar rumah. Namun dia dibuat tercengang saat melihat kondisi rumah korban yang sudah hancur berantakan. Material bangunan tampak berserakan di sekitar rumah akibat kuatnya daya ledak. “Setelah saya keluar, rumah milik Sukar sudah hancur,” ujarnya.

Menurut Suwaji, warga langsung berdatangan sesaat setelah ledakan terjadi. Mereka berupaya memberikan pertolongan dan membantu proses evakuasi korban dari dalam rumah. Sukar dilarikan ke RSUD Kertosono karena mengalami luka bakar.

Saat kejadian, sebenarnya ada enam orang berada di dalam rumah tersebut. Namun hanya Sukar yang mengalami luka serius akibat ledakan. Korban langsung dievakuasi ke RSUD Kertosono untuk mendapatkan

Pantauan di lokasi, kondisi rumah korban mengalami kerusakan berat. Bagian atap rumah ambruk, dinding jebol, sementara sejumlah perabot rumah tangga rusak akibat ledakan.

Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fadjar Kurniadhi mengatakan pihak kepolisian masih mendalami penyebab ledakan tersebut. Sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.

“Saat ini korban Sukar masih dalam penanganan medis di RSUD Kertosono. Barang bukti juga sudah diambil dan dibawa ke Polsek Patianrowo untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat ledakan terjadi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sumber ledakan sekaligus menyusun kronologi kejadian secara utuh. (nov/tyo)

Editor : rekian
#korban kritis #rumah hancur #ledakan mercon