NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Kebakaran melanda rumpun bambu di dekat permukiman warga Desa Sombron, Kecamatan Loceret, Selasa (17/6). Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan pemilik lahan dan kemudian membesar akibat cuaca panas serta tiupan angin kencang.
Beruntung, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke rumah warga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan kerugian material akibat sejumlah rumpun bambu yang hangus terbakar.
Bermula dari Pembakaran Sampah
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 09.26 WIB.
Saat itu, Suraji, 52, pemilik lahan sekaligus warga Desa Sombron, diketahui tengah membakar sampah di sekitar area rumpun bambu miliknya.
Namun kondisi cuaca yang cerah dan panas, ditambah hembusan angin yang cukup kencang, membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke deretan bambu kering di sekitar lokasi.
Dalam waktu singkat, kobaran api semakin sulit dikendalikan secara mandiri.
Warga Khawatir Api Merembet ke Permukiman
Melihat api terus membesar dan berpotensi menjalar ke area permukiman, Suraji bersama perangkat desa segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Laporan kemudian disampaikan melalui call center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk.
Respons cepat dilakukan petugas untuk mencegah kebakaran meluas ke area yang lebih luas.
Damkarmat Pos Pace Diterjunkan ke Lokasi
Setelah menerima laporan, Damkarmat Kabupaten Nganjuk langsung mengerahkan satu unit armada dari Pos Pace beserta personel ke lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan asesmen guna mengetahui titik api dan potensi penyebaran kebakaran.
Selanjutnya petugas melakukan penyemprotan intensif untuk melokalisasi api agar tidak menjalar ke lahan maupun bangunan di sekitarnya.
"Petugas tiba dan langsung melakukan pemeriksaan lokasi sebelum melakukan pemadaman," ujar Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari.
Kerugian Diperkirakan Rp450 Ribu
Berkat kesigapan petugas dan warga sekitar, api berhasil dipadamkan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Namun, sejumlah rumpun bambu milik korban mengalami kerusakan akibat terbakar.
Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp450 ribu.
Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran Lahan
Menurut Imam Ashari, penyebab utama kebakaran diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan di sekitar area lahan.
Kondisi rumpun bambu yang kering akibat cuaca panas membuat api sangat mudah menyebar.
Memasuki musim kemarau, risiko kebakaran lahan dan kebun memang meningkat dibandingkan musim hujan.
Vegetasi yang mengering menjadi bahan bakar alami yang mudah terbakar ketika terkena percikan api kecil sekalipun.
Damkarmat Imbau Warga Tidak Membakar Sampah Sembarangan
Damkarmat Kabupaten Nganjuk mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas yang menggunakan api terbuka.
Warga diminta menghindari pembakaran sampah, terutama di dekat area perkebunan, lahan kosong, semak belukar, maupun rumpun bambu yang mudah terbakar.
Selain itu, masyarakat juga diimbau segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
"Memasuki musim kemarau, kami mengimbau warga tidak membakar sampah sembarangan atau melakukan aktivitas yang melibatkan api di dekat area perkebunan maupun lahan kering," tegas Imam.
Kesimpulan
Kebakaran rumpun bambu di Desa Sombron, Kecamatan Loceret, diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkendali. Beruntung, respons cepat warga dan petugas Damkarmat Kabupaten Nganjuk berhasil mencegah api merambat ke rumah warga. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
Editor : Miko