NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Musim kemarau mulai memicu penyebab kebakaran di Kabupaten Nganjuk. Hanya dalam semalam, dua kebakaran terjadi di Kecamatan Pace dan Prambon. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut menjadi peringatan bahwa kelalaian kecil, seperti membuang putung rokok sembarangan maupun meninggalkan pembakaran sampah, dapat memicu kebakaran.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 18.40 di Desa Bodor, Kecamatan Pace. Tumpukan jerami milik Siti Romelah, 34, terbakar hebat. Armada Pos Damkarmat Pace tiba di lokasi enam menit setelah menerima laporan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal petugas, api diduga berasal dari putung rokok yang dibuang di dekat tumpukan jerami. Kondisi jerami yang kering membuat bara api cepat membesar hingga menghanguskan seluruh tumpukan.
“Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya agar kobaran tidak merembet ke bangunan maupun lahan di sekitarnya,” ujar Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.
Belum lama berselang, laporan kebakaran kembali diterima Damkarmat Kabupaten Nganjuk. Kali ini, api membakar rumpun bambu di Dusun Klaten, Desa Kurungrejo, Kecamatan Prambon.
Laporan masuk ke call center pada pukul 20.54 WIB. Kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah yang dilakukan pemilik lahan, Mulyono, 57. Api ditinggalkan dalam kondisi masih menyala. Angin yang kemcang kemudian membuat kobaran merambat ke rumpun bambu hingga membesar. Pemilik baru mengetahui setelah mendengar suara letupan dari belakang rumah dan segera meminta bantuan petugas.
Imam menjelaskan, dua kejadian dalam satu malam itu sama-sama dipicu faktor kelalaian manusia. Menurutnya, kondisi cuaca kemarau disertai angin membuat api sangat mudah menjalar ke material yang mudah terbakar.
“Musim kemarau seperti sekarang membuat jerami, bambu, maupun rumput menjadi sangat kering. Karena itu masyarakat kami minta tidak membuang putung rokok sembarangan dan tidak meninggalkan pembakaran sampah sebelum benar-benar padam,” ujarnya.
Lebih lanjut Imam menambahkan, setiap laporan kebakaran langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan armada dari pos terdekat agar api tidak meluas. Selain melakukan pemadaman, petugas juga memberikan edukasi kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
Akibat dua kejadian tersebut, total kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun bangunan permukiman yang terdampak karena api berhasil dikendalikan sebelum merembet lebih luas. (nov/tyo)
Editor : Miko