NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk kembali disibukkan dengan dua kejadian kebakaran. Dalam rentang waktu kurang dari tiga jam, petugas Pos Bantu Tanjunganom harus memadamkan kebakaran kandang di Kecamatan Prambon dan kebakaran rumpun bambu di Kecamatan Tanjunganom.
Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di kandang milik Sumirah, 80, warga Desa Balerejo, Kecamatan Prambon. Api diduga berasal dari diang.
Setelah membuat diang, korban meninggalkannya untuk berkumpul bersama keluarga di depan rumah. Tak lama kemudian, tetangga melihat kepulan asap hitam dari arah kandang dan segera memberi tahu pemilik rumah.
Warga sempat berupaya memadamkan api sebelum menghubungi Call Center Damkarmat. Petugas Pos Bantu Tanjunganom yang menerima laporan langsung menuju lokasi. “Anggota siaga 1 pos bantu Tanjunganom langsung menuju lokasi kejadian,” ujar Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kandang milik korban mengalami kerusakan dengan taksiran kerugian sekitar Rp 5 juta. Belum lama berselang, petugas kembali menerima laporan kebakaran rumpun bambu di Dusun Ngebrugan, Desa Getas, Kecamatan Tanjunganom. Laporan masuk pukul 18.10 WIB.
Kebakaran terjadi di lahan bambu milik Herman Sutrisno, 59, dan Paijan. Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merambat ke rumpun bambu. Suhu panas disertai angin membuat kobaran api cepat membesar hingga memunculkan kepulan asap yang terlihat warga.
Warga berusaha melakukan pemadaman sembari menghubungi Damkarmat. Petugas akhirnya berhasil mengendalikan api setelah melakukan pemadaman hingga pukul 20.32 WIB, sehingga kobaran tidak sempat menjalar ke permukiman maupun lahan di sekitarnya. “Tidak ada korban jiwa namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 3 juta,” jelas Imam.
Usai penanganan di kedua lokasi, petugas Damkarmat memberikan sosialisasi kepada warga agar lebih berhati-hati menggunakan perapian tradisional serta tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan. Terutama saat cuaca panas dan berangin yang berpotensi mempercepat penyebaran api. (nov/tyo)