Pemuda Prambon Tewas di Sumur Tua

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 14:34 WIB

 

TINGGAL KERANGKA: Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara( TKP) penemuan kerangka Choirul Anam di sumur tua kemarin. (novanda nirwana/jprk)
TINGGAL KERANGKA: Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara( TKP) penemuan kerangka Choirul Anam di sumur tua kemarin. (novanda nirwana/jprk)

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk– Misteri hilangnya seorang pemuda asal Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, akhirnya terungkap. Setelah dinyatakan hilang sejak empat bulan lalu, Choirul Anam, 23, akhirnya ditemukan pada Senin (20/7). Sayang, Choirul ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Bahkan, dia hanya tersisa kerangka di sumur tua, Dusun Waung, Desa Sonoageng.
Penemuan tersebut bermula saat pemilik rumah membersihkan sumur tua di belakang rumahnya. Sehari sebelumnya, Minggu (19/7), sekitar pukul 09.00, warga mengangkat tumpukan sampah berupa kain yang bercampur lumpur dan lumut dari dasar sumur. Tumpukan itu kemudian dibuang di samping sumur. Ternyata ada kerangka manusia.
Keesokan harinya, sekitar pukul 11.00 WIB, proses pembersihan sumur dilanjutkan dengan menguras air menggunakan pompa diesel. Aliran air yang menyiram tumpukan kain membuat tulang-belulang terlihat. Warga kemudian membuka tumpukan tersebut dan menemukan tengkorak manusia. Temuan itu langsung dilaporkan kepada Kepala Desa Sonoageng, Suharto, yang kemudian meneruskannya ke Polsek Prambon.
Tim Inafis Satreskrim Polres Nganjuk bersama petugas medis Puskesmas Prambon segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengumpulkan keterangan warga untuk mengidentifikasi korban.
Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi menjelaskan, identitas korban dipastikan melalui ciri-ciri pakaian yang masih melekat pada kerangka. Di antaranya celana pendek kain warna cokelat, kaus hijau, topi merah putih, serta sandal jepit hitam. “Korban berhasil diidentifikasi sebagai Coirul Anam, 23, warga Desa Sonoageng, Prambon. Identifikasi dilakukan berdasarkan pakaian yang masih melekat pada kerangka dan dikenali oleh pihak keluarga,” ujarnya.
Dari hasil penelusuran, korban diketahui telah dilaporkan hilang ke Polsek Prambon sejak 19 Maret 2026. Saat itu keluarga melaporkan korban meninggalkan rumah dan tidak kembali. Diketahui korban memiliki riwayat penyakit epilepsi.
Setelah identitas dipastikan, keluarga bersama aparat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan perangkat desa sempat berupaya mencari kemungkinan sisa tulang-belulang yang masih berada di dasar sumur dengan kembali menguras sumur menggunakan mesin diesel. Namun pencarian dihentikan karena kondisi sumur yang sudah tua dan diduga mengalami ambles sehingga berpotensi membahayakan petugas. “Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana," pungkasnya. (nov/tyo)

Editor : rekian
sumur tua Choirul Anam Desa Sonoageng Kecamatan Prambon tewas