NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Si jago merah kembali mengamuk. Kali ini melalap rumah milik Suratin 57, warga Desa/Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk ludes terbakar dalam kebakaran hebat, Kamis (23/7) dini hari. Meski tak menimbulkan korban jiwa, kerugian materi ditaksir mencapai Rp175 juta.
Peristiwa nahas itu pertama kali diketahui sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu Suratin terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara kobaran api dari arah kandang sapi di sebelah barat rumahnya. Saat dicek, api telah membesar dan membakar tumpukan jerami di dalam kandang.
Korban sontak berteriak meminta tolong. Warga sekitar yang mendengar segera berupaya memadamkan api secara manual. Namun upaya itu terkendala minimnya sumber air di lokasi. Tiupan angin yang cukup kencang justru membuat api dengan cepat merembet ke bangunan rumah dan dapur di sisi timur kandang, hingga akhirnya hangus terbakar.
Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk pada pukul 02.36 WIB. Dua armada dikerahkan ke lokasi, masing-masing dari Pos Bantu Rejoso dan Markas Komando (Mako). "Dua armada kami terjunkan ke lokasi," ujar Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari.
Petugas berjibaku memadamkan api selama lebih dari tiga jam. Mereka harus ekstra hati-hati agar kobaran tidak merembet ke pemukiman warga di sekitarnya. Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 06.05 WIB.
Berdasarkan hasil pendataan awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari pembakaran diang atau sampah kering yang kemudian menyambar tumpukan jerami di dalam kandang. "Kondisi cuaca yang cerah namun disertai angin kencang membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan," tambah Imam.
Beruntung, seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, seluruh bangunan rumah, dapur, dan kandang sapi milik Suratin rata dengan tanah.
Imam mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di sekitar tumpukan jerami dan bahan mudah terbakar lainnya. Ia juga mengingatkan warga untuk selalu memastikan sumber api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. (nov/rq)