Kebakaran, Warga Baron Ketakutan

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 10:31 WIB
BIKIN PANIK: Petugas Damkarmat Nganjuk memadamkan si jago merah yang melalap kandang warga desa Garu, Kecamatan Baron kemarin. (novanda nirwana/jprk)
BIKIN PANIK: Petugas Damkarmat Nganjuk memadamkan si jago merah yang melalap kandang warga desa Garu, Kecamatan Baron kemarin. (novanda nirwana/jprk)

 

Kerugian Capai Jutaan Rupiah

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Warga Kecamatan Baron ketakutan. Penyebabnya, si jago merah mengamuk. Kandang milik Suranto, 56, warga Dusun Karang Tengah, Desa Garu, Kecamatan Baron, ludes dilalap api pada Kamis (6/8). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 5 juta.
Peristiwa itu terjadi saat sebagian besar warga masih tidur terlelap. Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, api diduga berasal dari perapian atau diang yang dibuat pemilik kandang untuk menghangatkan ternaknya.
Sebelumnya, pada Rabu (5/8) malam, Suranto menyalakan diang di dalam kandang. Setelah memastikan ternaknya berada di kandang, dia kemudian meninggalkan lokasi untuk beristirahat. Namun, diduga bara api dari perapian tersebut masih menyala dan perlahan merambat ke material mudah terbakar di sekitar kandang hingga akhirnya memicu kebakaran.
Kebakaran baru diketahui sekitar pukul 02.15. Mita, tetangga korban, mendengar suara ledakan dari arah kandang. Saat keluar rumah untuk mencari sumber suara, dia mendapati kobaran api sudah membesar dan melahap bangunan kandang.
Tanpa menunggu lama, Mita segera menghubungi Call Center Damkarmat Kabupaten Nganjuk. Laporan tersebut diterima petugas sekitar pukul 02.20 WIB.  “Tim siaga 1 Pos Damkarmat Tanjunganom langsung bergerak menuju lokasi,” ujar Kepala Damkarmat Imam Ashari.
Petugas langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan maupun rumah warga di sekitar lokasi. Setelah berjibaku selama kurang lebih 45 menit, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.15 WIB. Cuaca yang cerah turut membantu proses pemadaman sehingga api dapat segera dikendalikan.
Meski kandang mengalami kerusakan akibat terbakar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.  “Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 juta,” tambah Imam.
Petugas Damkarmat juga memberikan edukasi kepada warga sekitar mengenai pentingnya memperhatikan penggunaan api terbuka, termasuk diang untuk menghangatkan ternak. Warga diimbau memastikan api benar-benar padam dan tidak ditinggalkan tanpa pengawasan karena berpotensi memicu kebakaran, terutama jika berada di dekat material yang mudah terbakar seperti kayu, jerami, atau pakan ternak. (nov/tyo)

Editor : rekian
tidak ada korban jiwa si jago merah mengamuk capai kerugian Rp. 5 juta baron kebakaran