3 Rumpun Bambu di Nganjuk Terbakar dalam Semalam
NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Tiga rumpun bambu di tiga wilayah Kabupaten Nganjuk terbakar dalam semalam. Kebakaran terjadi di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret; Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Baron; serta Desa Banaran, Kecamatan Pace.
Ketiga kejadian tersebut memiliki kesamaan. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merambat ke rumpun bambu di sekitarnya.
Kebakaran pertama terjadi di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Senin (10/8) petang. Laporan diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk sekitar pukul 18.38 WIB.
“Kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran sampah. Api diduga menjalar ke rumpun bambu di sekitarnya,” ujar Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.
Bakar Sampah Merembet ke Rumpun Bambu
Belum genap dua jam kemudian, kebakaran kembali terjadi di Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Baron. Laporan masuk sekitar pukul 20.15 WIB.
Rumpun bambu milik Rossy terbakar setelah api dari pembakaran sampah merambat. Saat itu, Rossy sedang membakar sampah sembari menunggu mengairi lahan.
Api yang mulai menjalar kemudian diketahui tetangganya. Warga berusaha melakukan pemadaman secara mandiri.
Namun, upaya tersebut terkendala jarak sumber air yang cukup jauh. Petugas Damkarmat Pos Tanjunganom akhirnya dikerahkan untuk memastikan api benar-benar padam.
“Petugas Damkarmat Pos Tanjunganom akhirnya dikerahkan untuk memastikan api benar-benar padam,” tambah Imam.
Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir sekitar Rp500 ribu.
Api Kembali Menyala Setelah Tertiup Angin
Kebakaran ketiga terjadi di Jalan Bromo, Desa Banaran, Kecamatan Pace, Selasa (11/8) dini hari.
Kejadian tersebut juga bermula dari pembakaran sampah. Suprapti, 55, sebelumnya membakar sampah di sekitar lahan yang terdapat rumpun bambu.
Terdapat dua titik pembakaran. Salah satunya sudah padam, sedangkan titik lainnya kembali menyala setelah tertiup angin.
Bara tersebut kemudian memicu api yang merambat ke salah satu rumpun bambu. Suprapti baru mengetahui kejadian tersebut setelah subuh dan meminta bantuan tetangga untuk melaporkannya kepada petugas damkar.
“Dalam tiga kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa,” jelas Imam.
Rangkaian kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa pembakaran sampah tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Api yang terlihat sudah kecil masih dapat menyimpan bara dan kembali menyala ketika tertiup angin.
Damkarmat Nganjuk mengimbau masyarakat memastikan api pembakaran sampah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Warga juga diminta tidak membakar sampah di dekat rumpun bambu, lahan kering, maupun material lain yang mudah terbakar.
(nov/tyo)
Editor : rekian