Si Jago Merah Ngamuk, Warga Gajah Belor Panik

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:24 WIB
Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merambat melalui dedaunan kering akibat tertiup angin. (novanda nirwana/jprk)
Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merambat melalui dedaunan kering akibat tertiup angin. (novanda nirwana/jprk)

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Warga Dusun Gajah Belor, Desa Plosoharjo, Kecamatan Pace panik. Penyebabnya, si jago merah membakar rumpun bambu milik Moh Ali, 34, pada Selasa (11/8) malam. Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merambat melalui dedaunan kering akibat tertiup angin.
Kebakaran bermula saat ibu korban membersihkan sampah di belakang rumah. Sampah tersebut kemudian dibakar. Namun, kondisi cuaca yang berangin membuat api dari pembakaran sampah menjalar ke dedaunan kering. Api kemudian merambat hingga menyulut rumpun bambu.
“Api dengan cepat merambat karena banyak dedaunan kering di sekitar lokasi,” ujar Kepala Damkarmat Nganjuk Imam Ashari.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun besarnya kobaran api membuat warga langsung menghubungi Damkarmat Nganjuk.
Petugas dari Pos Bantu Damkarmat Pace tiba di lokasi sekitar pukul 22.10 WIB atau enam menit setelah laporan diterima.  “Proses pemadaman berlangsung cukup lama hingga pukul 23.52 WIB,” jelas Imam.
Dalam penanganan tersebut, petugas memastikan api tidak kembali merambat ke area sekitar. Petugas mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, terutama ketika kondisi cuaca berangin. Api dari pembakaran sampah yang dianggap kecil dapat dengan mudah merambat melalui rumput maupun dedaunan kering dan memicu kebakaran lebih besar.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian diperkirakan mencapai Rp 500 ribu. (nov/tyo)

Editor : rekian
si jago merah mengamuk Warga Dusun Gajah Belor Imam Ashari Kepala Damkarmat Nganjuk Kabuaten Nganjuk Kecamatan Pace