Nahas, Penebang Pohon di Nganjuk Tewas Tergantung di Atas Pohon Randu

rekian • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:51 WIB
Tim BPBD Nganjuk bergerak cepat melakukan pertolongan pada Korban kecelakaan kerja yang meninggal di atas pohon. (FOTO: BPBD Nganjuk)
Tim BPBD Nganjuk bergerak cepat melakukan pertolongan pada Korban kecelakaan kerja yang meninggal di atas pohon. (FOTO: BPBD Nganjuk)

 

BERBEK, RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM — Nasib nahas menimpa Suwarno alias Kepik, seorang warga Dusun Kalianjlok, Desa Bulu, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Ia dilaporkan tewas akibat kecelakaan kerja saat menebang sebuah pohon randu di Desa Sumberurip, Kecamatan Berbek, pada Selasa (18/8) siang.

Informasi yang dihimpun radarnganjuk.jawapos.com, insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Korban diduga mengalami kesalahan teknis saat melakukan pemotongan dahan, yang mengakibatkan dirinya celaka dan tergantung di atas pohon randu tersebut.

Baca Juga: Empat Kecamatan di Nganjuk Berpotensi Dilanda Kekeringan, BPBD Siapkan Tangki Air Bersih

Peristiwa mengerikan ini disaksikan langsung oleh tiga rekan kerja korban di lokasi, yakni Nyaman, Nurhadi, dan Syamsuri, yang ketiganya juga merupakan warga Desa Bulu. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib dan petugas BPBD Nganjuk.

Merespons laporan tersebut, tim gabungan langsung diterjunkan ke titik koordinat lokasi di Desa Sumberurip. Personel gabungan ini terdiri dari unsur BPBD Nganjuk, Agisena BPBD Jatim, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Puskesmas Berbek, serta dibantu oleh Pemerintah Desa Sumberurip dan relawan Destana.

Baca Juga: Update Cuaca Nganjuk Hari Ini: BPBD Ingatkan Potensi Angin Kencang 37 Km/Jam

Tim tiba di lokasi pada pukul 12.55 WIB dan segera melakukan koordinasi untuk mengevakuasi korban yang masih berada di atas pohon.

"Tadi sudah evakuasi korban dari atas pohon," ujar Kapolsek Berbek AKP Darminto.

Saat berhasil diturunkan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia (MD). Usai proses evakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, pihak kepolisian setempat juga telah melakukan proses identifikasi terkait kecelakaan kerja ini.

Baca Juga: BPBD Nganjuk Luruskan Disinformasi Kemarau 2026 Terparah dalam 30 Tahun

Saat ini, operasi penyelamatan dan evakuasi telah resmi ditutup dengan kondisi cuaca di lokasi yang terpantau cerah. Pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat, khususnya pekerja di sektor berisiko tinggi, untuk senantiasa mengutamakan prosedur keselamatan kerja (K3) guna menghindari insiden serupa di kemudian hari.

Editor : rekian
kecelakaan kerja penebang pohon nganjuk bpbd nganjuk Berbek