NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Mobil tahu bulat bernopol E 8579 YW terbakar saat melintas di wilayah Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, kemarin (18/8).
Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting pada sistem kelistrikan audio kendaraan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, sopir mengalami luka bakar pada bagian tangan.
Mobil Terbakar Saat Perjalanan ke Nganjuk
Mobil tersebut dikemudikan Tedi Yanuar, 47, warga Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat.
Saat kejadian, Tedi sedang dalam perjalanan dari arah Kediri menuju Nganjuk. Rencananya, kendaraan tersebut akan dibawa ke bengkel untuk diperbaiki.
Namun, perjalanan itu terhenti setelah api muncul dari bagian belakang mobil.
Informasi mengenai kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk melalui call center sekitar pukul 12.45 WIB.
Petugas dari Pos Tanjunganom yang lokasinya paling dekat langsung menuju tempat kejadian.
Api Lebih Dulu Dipadamkan Warga
Setibanya petugas, kobaran api sudah berhasil dipadamkan oleh warga menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Meski begitu, petugas Damkarmat tetap melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang masih tersisa dan mencegah kebakaran kembali terjadi.
“Api telah lebih dulu berhasil dipadamkan warga menggunakan alat pemadam api ringan (APAR),” ujar Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.
Sopir Alami Luka Bakar di Tangan
Berdasarkan keterangan pemilik kendaraan, api pertama kali terlihat dari bagian belakang mobil.
Kobaran kemudian membesar. Tedi yang melihat kondisi tersebut sempat berusaha memadamkan api.
Namun, upaya itu membuat tangannya terkena panas dan mengalami luka bakar.
“Dalam upaya itu, dia mengalami luka bakar pada bagian tangan,” tambah Imam.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp1 juta.
Diduga Korsleting Sistem Audio
Dari pemeriksaan awal petugas, kebakaran diduga berkaitan dengan korsleting pada sistem kelistrikan audio mobil.
Meski api berhasil dipadamkan warga, petugas tetap melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi kendaraan aman.
Penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 13.25 WIB.
Imam mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak mengabaikan kondisi sistem kelistrikan, terutama jika kendaraan memiliki perangkat audio atau instalasi listrik tambahan.
Pemeriksaan secara berkala penting dilakukan. Sebab, kabel atau instalasi listrik yang bermasalah dapat menimbulkan korsleting dan berpotensi memicu kebakaran ketika kendaraan sedang digunakan.
Peristiwa di Prambon ini menjadi pengingat bahwa perangkat tambahan pada kendaraan, termasuk sistem audio, tetap perlu dipasang dan diperiksa dengan benar.
(nov/tyo)
Editor : Miko