NGANJUK, RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM – Dua kandang sapi di wilayah Kabupaten Nganjuk ludes terbakar, Rabu (19/8) malam. Kedua kejadian tersebut sama-sama diduga dipicu bara api yang kembali menyala setelah ditinggalkan.
Kebakaran pertama terjadi di kandang milik Yuana Ningtias, warga Dusun Jajar, Desa Sumberkepuh, Kecamatan Tanjunganom. Sebelum kebakaran terjadi, Yuana membersihkan kandang ternak. Sampah berupa plastik, bonggol jagung, dan kotoran ternak kemudian dikumpulkan untuk dibakar di lahan kosong. Lokasi pembakaran berada sekitar tiga meter dari kandang.
Baca Juga: Tiga Kebakaran Terjadi Semalam di Nganjuk, Semuanya Berawal dari Bakar Sampah
Setelah api menyala, Yuana meninggalkan lokasi dan masuk ke rumah untuk tidur. Dia mengira api sudah dalam kondisi aman. Namun, kondisi tersebut berubah setelah diduga angin yang bertiup membuat bara kembali menyala.
“Bara api kemudian merembet ke tumpukan kayu kering yang berada tidak jauh dari lokasi pembakaran. Api dengan cepat membesar hingga menyambar kandang ternak,” ujar Kepala Damkarmat Nganjuk Imam Ashari.
Baca Juga: Kebakaran, Warga Baron Ketakutan
Kebakaran diketahui tetangga Yuana yang mencium bau asap sekitar pukul 22.55 WIB. Saat itu, api sudah membesar dan membakar satu unit kandang berukuran sekitar 4 meter x 6 meter.
Kemudian, warga menghubungi petugas Damkarmat Nganjuk. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti petugas Pos Bantu Damkarmat Tanjunganom. “Petugas berjibaku dengan api sekitar satu jam,” paparnya.
Baca Juga: Mencekam! Ini Kronologi Kebakaran Bus PO Gunung Harta di Jalan Tol Nganjuk
Petugas kemudian melakukan pemadaman dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran kembali. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material ditaksir sekitar Rp 1 juta.
Belum selesai persoalan kebakaran kandang di Tanjunganom, kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Wilangan pada malam yang sama.
Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Kebakaran Maut
Kandang milik Yatini, 58, warga Dusun Jambi, Desa Sudimoroharjo, Kecamatan Wilangan, terbakar setelah perapian yang digunakan untuk mengusir nyamuk diduga kembali memicu api.
Laporan kebakaran diterima Call Center Damkarmat Nganjuk. Petugas siaga 1 Mako kemudian bergerak menuju lokasi.
Baca Juga: 125 Kebakaran Guncang Kabupaten Nganjuk
Berdasarkan laporan, kejadian bermula ketika Sumidi membakar jerami untuk dijadikan perapian di dalam atau sekitar kandang. Perapian tersebut digunakan untuk mengusir nyamuk dari kandang ternak.
Setelah menyalakan perapian, Sumidi kemudian masuk ke rumah untuk beristirahat. Beberapa saat kemudian, warga melihat kepulan asap dari arah kandang.
Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Kebakaran Maut
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan.
Mereka berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi Call Center Damkarmat Nganjuk. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materi diperkirakan sekitar Rp 1 juta,” pungkasnya.
Editor : rekian