NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com– Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa SMA di Nganjuk pada Rabu (2/9) memicu gelombang kecaman warganet.
Banyak yang mendesak agar program tersebut dihentikan, bahkan tak sedikit yang menyindir kelompok yang ikut aksi mendukung program MBG di Nganjuk beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Puluhan Siswa SMA di Nganjuk Diduga Keracunan MBG, 49 Orang Dirawat
Di kolom komentar akun Instagram Jawa Pos Radar Nganjuk, warganet dengan akun Ucik_lm menulis, "Habis Sidoarjo sekarang Nganjuk... Ya Allah."
Tanggapan serupa juga ramai di kolom komentar akun Facebook Jawa Pos Radar Nganjuk, di mana sejumlah warganet menyuarakan kekecewaan dan trauma atas kejadian beruntun di Jawa Timur ini.
Baca Juga: Breaking News! Puluhan Siswa SMA di Nganjuk Diduga Keracunan Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis
Beberapa warganet bahkan secara sarkas menuliskan ajakan untuk menggelar demo mendukung MBG, sebagai sindiran atas aksi serupa yang pernah dilakukan oleh sekelompok warga beberapa bulan lalu.
Sindiran ini menunjukkan adanya kekecewaan publik terhadap kualitas program yang dinilai masih bermasalah.
Baca Juga: Amnesty Desak Pemerintah Hentikan Sementara Program MBG Usai Keracunan Massal
Kejadian di Nganjuk terjadi hanya berselang beberapa hari setelah kasus serupa di Sidoarjo, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan pangan dalam program MBG.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami puluhan siswa tersebut.
Editor : rekian